Posted in

Modus Mengaku Petugas BNN, Dua Pelaku Curi Motor Dibekuk Polisi Dentim

Modus mengaku petugas BNN berhasil ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Denpasar Timur (Dentim) setelah melakukan aksinya di wilayah Denpasar, Bali.

Modus Mengaku Petugas BNN, Dua Pelaku Curi Motor Dibekuk Polisi Dentim

Dengan penanganan hukum yang tegas, diharapkan pelaku dapat bertanggung jawab dan masyarakat menjadi lebih aman dalam beraktivitas sehari-hari di wilayah Denpasar maupun sekitarnya. Berikut penjelasan lengkapnya hanya di .

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula ketika korban, seorang pria bernama Domu Hamanay. Sedang mencari jaringan Wi-Fi di sebuah ruko dekat coffee shop di Jalan Tukad Badung, Denpasar Timur pada tanggal 9 Juli 2025.

Tiba-tiba, dua orang pelaku, seorang laki-laki berinisial IPPPM (25) dan seorang perempuan bernama NPRKP (23). Datang dengan berpura-pura mengalami kerusakan sepeda motor.

Mereka meminjam handphone korban dengan alasan ingin menghubungi mekanik motor yang rusak tersebut. Korban yang tidak curiga menyerahkan ponselnya kepada pelaku.

Setelah itu, seorang rekan pelaku lain datang dan menuduh korban terlibat kasus narkoba. Dengan dalih membawa korban ke kantor BNN. pelaku malah menggiring korban menggunakan sepeda motor milik korban sendiri ke lokasi yang sepi di Jalan Taman Sari.

Di sana, korban dipukul dan tas selempangnya yang berisi handphone, uang tunai. Serta dokumen penting dirampas oleh pelaku.

Proses Penangkapan Pelaku

Setelah melakukan penyelidikan intensif dengan mengandalkan rekaman CCTV. Tim Opsnal Reskrim Polsek Dentim berhasil melacak keberadaan pelaku di kawasan Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar, dan langsung mengamankan mereka tanpa perlawanan.

Penangkapan ini dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Dentim, Iptu I Nyoman Agus Putra Ardiana. Bersama dengan Panit Opsnal Iptu I Nyoman Padu.

Baca Juga: Menyelami Makna dan Tradisi Sakral Ayunan Jantra Tenganan Pegringsingan

Pengakuan Pelaku dan Barang Bukti

Pengakuan Pelaku dan Barang Bukti

Berdasarkan hasil interogasi, kedua pelaku mengakui seluruh perbuatan mereka. Handphone milik korban diketahui telah dijual secara online seharga Rp200.000, sedangkan tas selempang korban dibuang ke sungai di kawasan Jalan Kapten Japa. Uang hasil penjualan digunakan untuk kebutuhan pribadi kedua pelaku.

Petugas kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain pakaian yang dipakai pelaku saat melakukan aksinya dan sepeda motor Honda Scoopy DK 6390 VK milik salah satu pelaku yang digunakan saat beraksi.

Modus Operandi Pelaku

Para pelaku menggunakan modus yang cukup rapi dengan mengaku sebagai petugas BNN, yang memiliki kewenangan dalam pengawasan narkoba. Dengan modus ini, mereka dapat memudahkan korban percaya dan menurut tanpa ada rasa curiga.

Cara mereka mengelabui korban termasuk berpura-pura mogok sepeda motor dan kemudian meminjam ponsel korban dengan alibi menghubungi mekanik, yang sesungguhnya adalah cara untuk mendekati korban dan memulai aksinya.

Pada lokasi sepi yang telah dipilih di Jalan Taman Sari. Mereka melakukan kekerasan terhadap korban. Serta merampas barang-barang berharganya. Upaya pelaku juga termasuk memberi janji palsu kepada korban untuk diperiksa lebih lanjut di kantor BNN. Padahal lokasi yang dituju hanya tempat kejahatan dilakukan.

Status Hukum Pelaku

Kedua pelaku kini tengah menjalani proses penyidikan lebih lanjut dan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, yang ancaman hukumannya dapat mencapai tujuh tahun penjara.

Polisi memastikan bahwa proses hukum akan berjalan dengan transparan dan adil agar pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.

Kesimpulan

Penangkapan dua pelaku pencurian dengan kekerasan yang menyamar sebagai petugas BNN ini menegaskan komitmen kepolisian khususnya Unit Reskrim Polsek Dentim dalam memberantas kejahatan serta melindungi masyarakat dari modus-modus kriminal yang semakin beragam dan licik.

Kejadian ini menjadi peringatan sekaligus edukasi untuk kita semua agar tidak mudah percaya dan selalu waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan instansi resmi. Terutama yang mengandung unsur kekerasan.

Untuk informasi lengkap mengenai Bali. Kalian bisa kunjungi Info Kejadian Bali, yang menjadi sumber berita terpercaya yang menyediakan update real-time dan laporan mendalam tentang kondisi di pulau ini.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari www.baliberkabar.id
  • Gambar Kedua dari baliexpress.jawapos.com