Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, harga sejumlah bahan pokok di Kota Denpasar, Bali, mulai mengalami kenaikan.
Kenaikan ini terutama terjadi pada komoditas beras premium, cabai, bawang, hingga beberapa kebutuhan harian lainnya. Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan, meski pemerintah memastikan stok pangan tetap aman dan terkendali.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Bali.
Kenaikan Beras Premium Mulai Terasa di Pasar
Pada Jumat, 22 Mei 2026, harga beras premium di Denpasar tercatat mengalami kenaikan hingga menyentuh sekitar Rp16 ribu per kilogram, lebih tinggi dari harga eceran sebelumnya yang berada di bawah Rp15 ribu. Kenaikan ini terjadi di sejumlah merek beras premium yang banyak dijual di pasar tradisional.
Kondisi ini membuat pedagang mulai menyesuaikan harga jual di lapangan. Meski naik, beras medium dan beras SPHP dari Bulog masih menjadi penopang stabilitas harga karena tersedia dengan harga yang lebih terjangkau.
Pemerintah daerah melalui instansi terkait menegaskan bahwa stok beras di wilayah Denpasar masih dalam kondisi aman. Distribusi dari Bulog juga terus dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan di pasar.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Cabai dan Bawang Ikut Mengalami Kenaikan
Selain beras, komoditas cabai juga mengalami lonjakan harga menjelang Idul Adha. Data terbaru menunjukkan cabai rawit merah berada di kisaran Rp70 ribu hingga Rp73 ribu per kilogram, tergantung kualitas dan jenisnya.
Kenaikan juga terjadi pada bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp35 ribu kini naik menjadi sekitar Rp40 ribu per kilogram. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor cuaca yang membuat hasil panen tidak stabil.
Pedagang menyebutkan bahwa permintaan yang meningkat menjelang hari besar keagamaan turut mempercepat kenaikan harga di pasar tradisional. Meski begitu, variasi jenis cabai dan bawang masih membantu konsumen mendapatkan pilihan harga yang berbeda.
Baca Juga: Tegas! Satpol PP Badung Ratakan Kafe Liar di Kawasan Suci Pantai Seseh
Daging Ayam dan Komoditas Lainnya Juga Terkerek
Harga daging ayam di Denpasar juga tercatat mengalami kenaikan, meski relatif tidak terlalu signifikan. Kenaikannya masih berada di bawah 5 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya biaya distribusi dan permintaan pasar yang mulai naik menjelang Idul Adha.
Kenaikan ini disebut dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan distribusi di beberapa titik pasar, sementara permintaan masyarakat terus meningkat menjelang Idul Adha. Hal ini membuat harga sedikit terdorong naik.
Selain itu, beberapa komoditas lain seperti bawang putih dan cabai juga ikut mengalami tekanan harga akibat kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir.
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar memastikan bahwa meskipun terjadi kenaikan harga, stok bahan pokok di wilayah tersebut masih aman. Tidak ada indikasi kelangkaan barang di pasar tradisional.
Upaya stabilisasi dilakukan melalui kerja sama dengan Bulog serta pelaksanaan operasi pasar yang dijadwalkan secara rutin di beberapa pasar utama. Langkah ini bertujuan menjaga agar harga tetap terkendali.
Pemerintah juga menegaskan bahwa masyarakat diharapkan tetap berbelanja sesuai kebutuhan. Dengan pola konsumsi yang lebih bijak, diharapkan lonjakan harga tidak berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com