Posted in

Dukung Sabung Ayam, Ajus Linggih Sebut Bali Tak Bisa Lepas dari Tradisi!

Anggota DPRD Bali dari Fraksi Golkar, yang akrab disapa Ajus Linggih, gencar dukung legalisasi tajen atau sabung ayam di Bali.

Dukung Sabung Ayam, Ajus Linggih Sebut Bali Tak Bisa Lepas dari Tradisi!

Ia berargumen bahwa tajen bukan sekadar perjudian, melainkan bagian integral dari tradisi dan budaya masyarakat Bali yang perlu diatur secara resmi. Ajus menyoroti status hukum tajen yang “abu-abu” selama ini, yang ia nilai justru memicu penyalahgunaan oleh oknum tak bertanggung jawab dan potensi insiden fatal.

Menurutnya, legalisasi akan membawa manfaat ekonomi melalui pendapatan daerah dan melestarikan aspek budaya tajen. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Bali.

Tajen Antara Warisan Budaya dan Praktik Kontroversial

Tajen, atau sabung ayam Bali, adalah salah satu tradisi kuno yang telah lama menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Bali. Praktik ini melibatkan adu dua ekor ayam jantan dalam sebuah arena, yang sering kali dilakukan sebagai bagian dari upacara keagamaan.

Dalam konteks budaya Bali, tajen memiliki makna spiritual yang mendalam, terutama dalam upacara Tabuh Rah, di mana darah ayam yang dikorbankan dipercaya dapat menyucikan alam dan menyeimbangkan energi positif dan negatif. Tradisi ini bahkan disebut dalam kitab Pararaton, menunjukkan akar sejarahnya yang panjang di Bali sejak zaman Majapahit.

Namun, di samping dimensi spiritualnya, tajen juga kerap disalahgunakan sebagai ajang perjudian. Praktik Tajen Branangan, misalnya, dilakukan secara sembunyi-sembunyi dengan taruhan besar dan sering kali menimbulkan masalah sosial. Konflik antara nilai budaya dan praktik perjudian inilah yang membuat status hukum tajen berada di “wilayah abu-abu” tidak sepenuhnya dilarang, tetapi juga tidak sepenuhnya diakui secara legal.

Argumen Ajus Linggih untuk Legalisasi

Ajus Linggih, sebagai Ketua Komisi II DPRD Bali, berpendapat bahwa sudah saatnya tajen dilegalkan. Ia menegaskan bahwa praktik ini adalah bagian tak terpisahkan dari budaya Bali, yang sering kali dilakukan sebagai bagian dari punia (persembahan) dan kebutuhan upacara adat. Menurut Ajus, ketidakjelasan status hukum tajen justru membuka celah bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkannya demi keuntungan pribadi.

Tanpa regulasi yang jelas, pengawasan menjadi minim, yang pada gilirannya dapat memicu insiden yang membahayakan, seperti keributan berdarah yang menewaskan satu orang di arena tajen Desa Songan, Kintamani. Ajus Linggih meyakini bahwa dengan legalisasi, tajen dapat diatur secara sistematis, mulai dari jumlah taruhan hingga kontribusi yang disumbangkan untuk kegiatan adat dan upacara.

Hasil dari pengelolaan yang baik ini, menurutnya, dapat dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pendapatan daerah atau hibah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara menyeluruh. Ini akan menjadi langkah mitigasi terhadap dampak negatif dan penyalahgunaan yang selama ini terjadi.

Baca Juga: Polemik Legalisasi Sabung Ayam di Bali: Budaya Atau Ancaman Sosial?

Manfaat Potensial dari Legalisasi

Manfaat Potensial dari Legalisasi

Legalisasi tajen, menurut Ajus Linggih, dapat membawa beberapa manfaat signifikan bagi Bali:

  • Pelestarian Budaya: Dengan adanya regulasi, aspek budaya dan ritual tajen dapat lebih terjaga dan dilestarikan, memisahkannya dari praktik perjudian ilegal.
  • Peningkatan Pendapatan Daerah: Pajak dari kegiatan tajen yang dilegalkan dapat masuk ke kas daerah, menjadi sumber pendapatan baru yang dapat dialokasikan untuk pembangunan atau kegiatan sosial masyarakat.
  • Penciptaan Atraksi Wisata Baru: Ajus Linggih mengusulkan agar tajen dapat dikemas sebagai atraksi wisata budaya yang menarik, mencontoh Filipina yang telah berhasil melegalkan sabung ayam sebagai bagian dari pariwisata lokal. Ini berpotensi menarik wisatawan yang tertarik pada keunikan budaya Bali.
  • Pengawasan dan Keamanan yang Lebih Baik: Dengan adanya regulasi, pihak berwenang akan memiliki dasar hukum yang jelas untuk mengawasi pelaksanaan tajen, memastikan keamanan, dan mencegah terjadinya insiden kekerasan.

Tantangan dan Penolakan

Meskipun argumen Ajus Linggih cukup kuat, usulan legalisasi tajen tidak berjalan mulus. Gubernur Bali, Wayan Koster, secara tegas menolak wacana ini, menyatakan bahwa legalitas tajen bukan perkara sederhana dan memerlukan kajian mendalam. Penolakan ini mencerminkan kompleksitas isu yang melibatkan aspek hukum, sosial, moral, dan etika. Kritik terhadap tajen umumnya berpusat pada dua isu utama:

  • Kesejahteraan Hewan: Kelompok pecinta hewan dan aktivis menyuarakan keprihatinan serius tentang penderitaan fisik yang dialami ayam dalam pertarungan. Luka dan cedera serius yang sering terjadi dianggap sebagai bentuk kekejaman terhadap hewan.
  • Perjudian: Meskipun memiliki akar budaya, tajen kerap diasosiasikan dengan perjudian, yang dianggap ilegal di banyak tempat. Pengaturan dan pengawasan terhadap aspek perjudian menjadi tantangan besar.

Perbandingan Dengan Filipina

Ajus Linggih sering merujuk Filipina sebagai contoh negara yang berhasil melegalkan sabung ayam. Di Filipina, sabung ayam, yang dikenal sebagai cockfighting, merupakan olahraga nasional yang populer dan diatur secara ketat. Praktik ini telah menjadi sumber pendapatan signifikan bagi pemerintah dan bagian dari identitas budaya.

Contoh ini digunakan untuk menunjukkan bahwa dengan regulasi yang tepat, sabung ayam dapat dikelola tanpa mengorbankan aspek budaya dan ekonomi. Namun, perbandingan ini juga perlu dicermati, mengingat perbedaan konteks budaya, hukum, dan sosial antara Bali dan Filipina.

Perdebatan Hukum dan Sosial

Wacana legalisasi tajen di Bali membuka perdebatan yang lebih luas mengenai bagaimana masyarakat dapat menyeimbangkan tradisi kuno dengan tuntutan modernitas. Dari sisi hukum, legalisasi tajen akan memerlukan peninjauan ulang pasal-pasal terkait perjudian dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Ajus Linggih menyarankan agar para pakar hukum mengkaji pasal 426 dan 427 untuk merumuskan argumen yang kuat dari sisi hukum. Dari sisi sosial, legalisasi tajen akan terus menghadapi pro dan kontra di masyarakat. Terutama terkait dampak pada moralitas dan citra Bali sebagai destinasi pariwisata yang religius dan berbudaya.

Kesimpulan

Dorongan legalisasi tajen oleh Ajus Linggih Dukung Sabung Ayam mencerminkan upaya untuk mencari solusi atas status hukum tajen yang abu-abu. Meskipun tajen adalah bagian dari warisan budaya dan ritual keagamaan di Bali, aspek perjudian dan isu kesejahteraan hewan menjadi hambatan utama. Legalisasi, menurut pendukungnya, dapat memberikan kerangka hukum yang jelas, meningkatkan pendapatan daerah, dan menjaga tradisi dari penyalahgunaan.

Namun, penolakan dari pihak seperti Gubernur Koster menunjukkan bahwa keputusan ini tidak sederhana dan memerlukan kajian komprehensif dari berbagai sudut pandang, termasuk hukum, sosial, ekonomi, dan etika, untuk mencapai titik temu antara pelestarian budaya dan tuntutan zaman modern.

Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap hanya di INFO KEJADIAN BALI.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari radarbuleleng.jawapos.com
  2. Gambar Kedua dari bali.antaranews.com
Barang di Rumah yang Sebaiknya Segera Diganti Jika Sudah Lama DipakaiDestinasi Alam yang Masih Sepi Tapi Memiliki Pemandangan MenakjubkanFenomena yang Sedang Ramai Dibicarakan di Media SosialCara Menabung yang Efektif Meski Gaji Pas-PasanMengapa Tubuh Tetap Lelah Meski Sudah Tidur Cukup?Orang Kaya Ternyata Punya Kebiasaan Pagi yang BerbedaKesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Sebelum Usia 30 TahunKesalahan Membersihkan Rumah yang Justru Membuat Kotoran Menumpuk7 Kebiasaan Pengguna Smartphone yang Diam-Diam Membuat HP Cepat RusakFakta Psikologi yang Bisa Menjelaskan Perilaku Sehari-hariTernyata Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Memberikan Efek IniFitur Tersembunyi Android yang Jarang Diketahui PenggunaKisah Sederhana yang Menginspirasi Banyak OrangKenapa WiFi Terasa Lambat Padahal Sinyal Penuh? Ini PenjelasannyaKota-Kota di Asia Tenggara yang Cocok untuk Liburan HematMengapa Banyak Bisnis Kecil Gagal di Tahun Pertama?Peluang Usaha Modal Kecil yang Masih Menjanjikan Tahun IniKuliner Malam yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Kota BaruTanda Tubuh Sedang Mengalami Stres BerlebihanCara Membersihkan Memori HP Tanpa Menghapus Foto PentingTrik Menata Rumah Agar Terlihat Lebih LuasKebiasaan Sepele yang Bisa Mengganggu Kualitas TidurKebiasaan Cas HP Semalaman, Benarkah Berbahaya?Kebiasaan Boros yang Sering Tidak DisadariAlasan Mengapa Banyak Orang Mendadak Menyukai Hobi IniMakanan Tradisional Indonesia yang Mulai Sulit DitemukanTernyata Ini Penyebab Baterai HP Cepat Habis Setiap HariKebiasaan Unik dari Berbagai Negara yang MengejutkanCara Menghilangkan Bau Tak Sedap di Kamar Secara AlamiMengapa Beberapa Orang Lebih Suka Menyendiri?Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mata di Era DigitalCara Mengetahui Akun WhatsApp Sedang Disadap atau TidakHal-Hal Kecil yang Ternyata Membuat Orang Lebih BahagiaTren Baru yang Diprediksi Akan Populer dalam Waktu DekatBarang yang Sebaiknya Tidak Disimpan Terlalu Lama di KulkasCerita di Balik Kebiasaan yang Dianggap Biasa oleh Banyak OrangCara Mengatur Keuangan Agar Tidak Selalu Kehabisan Uang di Akhir BulanTips Menghemat Listrik yang Jarang Diketahui5 Aplikasi Gratis yang Bisa Membuat Kerja Lebih CepatIde Penghasilan Tambahan yang Bisa Dikerjakan dari RumahKesalahan yang Sering Dilakukan Saat Merencanakan LiburanEfek Duduk Terlalu Lama yang Jarang DisadariModus Penipuan Online Terbaru yang Sedang MarakFakta Menarik Tentang Destinasi Populer yang Jarang DiketahuiMinum Air Putih Saat Bangun Tidur, Apa Benar Banyak Manfaatnya?Kesalahan Saat Berbelanja yang Membuat Pengeluaran MembengkakPenelitian Terbaru Mengungkap Fakta Menarik Tentang Kehidupan ModernRahasia Rumah Selalu Rapi yang Jarang DiketahuiPeluang Bisnis Rumahan yang Semakin Diminati Banyak OrangAlasan Wisatawan Sering Kembali ke Destinasi yang SamaModus Baru di Internet yang Perlu Diwaspadai Pengguna SmartphoneFakta Tentang Kopi yang Mungkin Belum Anda KetahuiAlasan Banyak Orang Mulai Mengurangi Penggunaan Media SosialTempat Wisata yang Terlihat Lebih Indah Saat Musim TertentuMakanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Saat Perut KosongKebiasaan Pagi yang Membantu Menjaga ProduktivitasTanda-Tanda Kondisi Keuangan Anda Perlu Segera DibenahiTanda Peralatan Elektronik di Rumah Perlu DigantiKesalahan Saat Mencuci Pakaian yang Membuat Cepat RusakCara Mendapatkan Tiket Pesawat Lebih Murah