Pemerintah pusat menyoroti pembangunan Sekolah Rakyat Bali senilai Rp255,5 miliar, menegaskan pentingnya menjaga pohon dan lingkungan.
Proyek pembangunan Sekolah Rakyat Bali di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, dengan anggaran Rp 255,5 miliar, mendapat sorotan pemerintah pusat. Wakil Menteri PUPR, Diana Kusumastiti, meninjau lokasi dan memperingatkan proyek harus menjaga keseimbangan lingkungan, bukan sekadar mengejar target fisik.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Bali.
Peringatan Wamen PUPR Untuk Proyek Rp 255 Miliar
Wakil Menteri PUPR, Diana Kusumastiti, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam pembangunan Sekolah Rakyat Bali. Ia mengingatkan agar proyek senilai Rp 255,5 miliar ini tidak hanya fokus pada penyelesaian fisik, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan ekologi kawasan. Hal ini ditegaskan saat peninjauan lokasi pada Sabtu (24/1).
Diana menyoroti bahwa pembangunan sekolah berskala besar harus dirancang sebagai fasilitas jangka panjang. Fasilitas ini harus aman, berkualitas, dan berkelanjutan, bukan sekadar bangunan megah yang mengabaikan dampak lingkungan. Prioritas utama adalah menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan hijau bagi siswa di masa depan.
Oleh karena itu, Wamen PUPR meminta kontraktor untuk tidak menghilangkan seluruh vegetasi yang ada. Pertahankan ruang hijau dan lakukan penanaman kembali dengan pohon endemik, seperti intaran. “Lingkungan harus dijaga. Jangan semua pohon ditebang,” ujarnya, menegaskan komitmen terhadap kelestarian lingkungan.
Penekanan Pada Ruang Hijau Dan Vegetasi Endemik
Wamen PUPR secara spesifik meminta kontraktor untuk mempertahankan ruang hijau yang sudah ada. Ia mengingatkan bahwa penebangan pohon secara masif akan merusak ekosistem lokal. Pembangunan harus harmonis dengan alam, bukan justru merusaknya demi target fisik semata.
Selain itu, Diana juga menginstruksikan penanaman kembali dengan pohon endemik Bali, seperti pohon intaran. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa kawasan sekolah tetap hijau dan sejuk, serta mendukung keanekaragaman hayati lokal. Pohon endemik lebih adaptif dan bermanfaat bagi lingkungan setempat.
“Lakukan penanaman pohon endemik, seperti intaran, agar kawasan sekolah tetap hijau dan sejuk,” tegas Diana. Pesan ini menggarisbawahi bahwa sekolah harus menjadi contoh bagaimana pembangunan dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan, menciptakan ruang yang sehat dan nyaman bagi seluruh komunitas sekolah.
Baca Juga: BKSDA Bali Pantau Mason Park, Aktivitas Gajah Tunggang Diberhentikan
Kesiapan Infrastruktur Penunjang Dan Pengelolaan Sampah
Selain isu vegetasi, pemerintah pusat juga menyoroti kesiapan infrastruktur penunjang yang krusial bagi operasional sekolah. Ketersediaan air bersih yang mencukupi menjadi perhatian utama, mengingat sekolah ini akan menampung lebih dari seribu siswa. Air adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh terabaikan.
Perencanaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) juga diminta untuk dimasukkan sejak tahap awal proyek. Tujuannya adalah agar operasional sekolah di masa depan tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru terkait pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah yang matang sejak awal sangat penting untuk keberlanjutan.
“Air harus mencukupi karena akan digunakan oleh banyak siswa. TPST juga harus disiapkan dengan matang supaya pengelolaannya berkelanjutan,” kata Wamen PUPR. Hal ini menunjukkan pendekatan holistik dalam pembangunan, memastikan semua aspek lingkungan dan fasilitas pendukung terpenuhi secara optimal.
Progres Pembangunan Dan Komitmen Pemerintah Daerah
Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 5,67 hektare ini dirancang untuk menampung lebih dari seribu siswa. Meskipun progres pembangunan masih sekitar 2 persen, pemerintah pusat menargetkan percepatan signifikan. Capaian 30 persen diharapkan dapat tercapai sebelum Idul Fitri 2026.
Proyek ini melibatkan sekitar 180 tenaga kerja dan ditargetkan rampung pada Juni 2026. Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mengawal pelaksanaan proyek strategis ini. Ia juga mengingatkan rekanan untuk disiplin memenuhi spesifikasi teknis dan jadwal.
“Sekolah ini diharapkan membuka akses pendidikan yang lebih luas sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di Bali timur,” kata Parwata. Komitmen dari pemerintah daerah dan pusat diharapkan dapat mewujudkan Sekolah Rakyat Bali sebagai fasilitas pendidikan unggulan yang juga ramah lingkungan.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari bali.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari radarbuleleng.jawapos.com