Proyek lift kaca di Kelingking Beach masih menjadi sorotan publik karena hingga kini belum juga dilakukan pembongkaran sesuai rencana.
Proyek lift kaca di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung, belum juga dibongkar meski sudah ada instruksi dari Gubernur Bali Wayan Koster. Pengembang diberi waktu enam bulan sejak November 2025 untuk membongkar secara mandiri, namun hingga kini belum terealisasi karena proses di lapangan masih berlangsung dan masih dalam pengawasan pemerintah daerah.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Bali.
Status Pembongkaran Terkini
Hingga laporan terbaru, bangunan lift kaca masih berdiri di kawasan Pantai Kelingking. Pemerintah Provinsi Bali melalui Satpol PP disebut terus memantau lokasi dan berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Klungkung. Meski tenggat waktu pembongkaran sudah diberikan, belum ada tanda-tanda pembongkaran mandiri dilakukan oleh pihak pengembang.
Kondisi ini membuat publik kembali menyoroti lambannya eksekusi pembongkaran. Sejak awal, proyek tersebut memang sudah menuai polemik karena dinilai bermasalah dari sisi tata ruang, perizinan, dan dampak lingkungan. Karena itu, pemerintah menegaskan bahwa pengawasan di lapangan tidak akan dihentikan sampai ada langkah nyata dari pihak investor.
Di sisi lain, warga dan sejumlah pemerhati lingkungan juga terus memantau perkembangan kasus ini. Mereka menilai keberadaan bangunan itu berpotensi mengganggu keaslian lanskap Kelingking Beach yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata Bali. Situasi tersebut membuat proyek ini tetap menjadi sorotan meski status pembongkarannya belum final.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Alasan Pembongkaran Belum Jalan
Salah satu alasan utama pembongkaran belum dilakukan adalah karena proses masih berada dalam masa tenggang yang diberikan pemerintah. Gubernur Bali sebelumnya meminta pembongkaran dilakukan secara mandiri oleh investor dalam waktu enam bulan. Selama masa itu, pemerintah memberi ruang agar pengembang menuntaskan kewajibannya tanpa tindakan langsung dari pemerintah.
Selain itu, pemerintah daerah masih melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kepatuhan pengembang. Satpol PP Bali menyebut koordinasi dengan Satpol PP Klungkung terus dilakukan untuk memastikan proyek tidak dilanjutkan dan tidak menimbulkan pelanggaran baru. Artinya, proses pembongkaran belum diambil alih karena pemerintah masih menunggu kepatuhan pihak investor.
Sejak awal penghentian, proyek ini memang dianggap memiliki sejumlah pelanggaran berat. Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan DPRD Bali juga sempat menyoroti kelengkapan izin dan titik kegiatan proyek. Karena itu, pembongkaran belum bisa dilakukan secara tergesa-gesa tanpa mengikuti prosedur dan evaluasi administratif yang berlaku.
Baca Juga: Tragis! Api Melalap Gudang Rongsokan Suwung, Diduga Dipicu Baterai Bekas
Riwayat Polemik Proyek
Proyek lift kaca ini dibangun untuk memudahkan wisatawan menuju Pantai Kelingking yang aksesnya cukup curam. Namun, sejak awal proyek tersebut langsung memicu penolakan karena dinilai mengubah karakter alami kawasan dan berisiko merusak lingkungan sekitar. Kritik dari masyarakat, DPRD, dan pemerintah provinsi kemudian berkembang menjadi keputusan penghentian pekerjaan.
Pemerintah Provinsi Bali lalu mengambil sikap tegas dengan memerintahkan penghentian dan pembongkaran. Alasannya, proyek dinilai melanggar aturan tata ruang dan belum memenuhi seluruh aspek perizinan. Bahkan, Gubernur Wayan Koster sempat menegaskan bahwa investasi boleh berjalan, tetapi tidak boleh mengorbankan alam Bali.
Kasus ini menunjukkan bahwa pembangunan di destinasi wisata harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan aturan. Pantai Kelingking yang terkenal dengan keindahan alamnya membuat setiap proyek besar, termasuk lift kaca ini, menjadi sorotan antara investasi dan perlindungan alam.
Dampak Bagi Pariwisata Bali
Kasus lift kaca Kelingking Beach memberi pelajaran penting bahwa pembangunan wisata tak bisa hanya mengejar nilai ekonomi. Jika tidak dikendalikan, proyek semacam ini justru berpotensi merusak daya tarik utama Bali, yaitu keaslian alam dan budaya. Pemerintah daerah pun tampak ingin memastikan bahwa investasi yang masuk tetap sejalan dengan visi pariwisata berkelanjutan.
Di sisi lain, polemik ini juga menimbulkan perhatian luas dari wisatawan dan publik nasional. Banyak pihak mempertanyakan mengapa proyek besar bisa berjalan sebelum seluruh aspek tata ruang dan izin benar-benar beres. Karena itulah, pembongkaran yang belum dilakukan menjadi simbol bahwa penegakan aturan masih terus diuji di lapangan.
Ke depan, pemerintah daerah diperkirakan akan terus menekan pengembang agar memenuhi kewajibannya. Jika tenggat pembongkaran terlewati tanpa tindakan, pemerintah dapat mengambil langkah lebih tegas sesuai instruksi yang ada. Kasus ini menjadi contoh penting keseimbangan antara investasi dan pelestarian alam di Bali.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari heartline.co.id