Posted in

Perigee dan Bulan Purnama Picu Rob di Pesisir Bali, Warga Diimbau Waspada

Fenomena perigee, saat bulan berada paling dekat dengan Bumi, dipadukan dengan Bulan Purnama, meningkatkan risiko rob atau banjir.

Perigee dan Bulan Purnama Picu Rob di Pesisir Bali, Warga Diimbau Waspada

BMKG Bali mengimbau warga di kawasan rendah, termasuk Badung, Gianyar, dan Denpasar Selatan, untuk waspada dan mempersiapkan langkah mitigasi. Prediksi pasang surut tinggi ini dapat berdampak pada jalan. Temukan berita terkini dan informasi menarik seputar Bali di .

Fenomena Perigee dan Bulan Purnama Picu Pasang Rob

Fenomena alam perigee, saat bulan berada pada titik terdekat dengan Bumi, dipadukan dengan Bulan Purnama. Meningkatkan risiko rob atau banjir pasang di sejumlah wilayah pesisir Bali pada awal Januari 2026. Fenomena ini menyebabkan pasang surut air laut menjadi lebih ekstrem dibanding biasanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bali menyebutkan bahwa daerah yang berisiko tinggi meliputi wilayah pesisir Kabupaten Badung, Gianyar, dan Denpasar Selatan. Masyarakat yang tinggal di kawasan rendah diimbau untuk waspada terhadap potensi genangan air laut yang bisa mencapai pemukiman dan jalan utama.

Selain itu, perigee dan Bulan Purnama juga dapat memengaruhi ekosistem pesisir, seperti abrasi pantai dan peningkatan kadar air asin di tanah. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah daerah, nelayan, dan masyarakat pesisir untuk mengambil langkah mitigasi yang tepat.

BMKG Bali Rilis Peringatan Rob dan Prediksi Pasang

BMKG Bali telah mengeluarkan prediksi pasang surut tinggi mulai tanggal 1 hingga 5 Januari 2026, dengan puncak risiko rob diperkirakan terjadi pada malam hari saat Bulan Purnama. Peringatan dini ini ditujukan agar warga pesisir dapat mempersiapkan langkah-langkah mitigasi, seperti menyiapkan tanggul sementara.

Selain itu, BMKG juga mengimbau pemerintah desa dan kelurahan untuk meningkatkan koordinasi dengan posko bencana setempat. Informasi tentang potensi rob diharapkan dapat tersebar luas melalui media lokal, media sosial, dan pengeras suara di wilayah pesisir.

Prediksi cuaca dan pasang surut ini menjadi dasar bagi pihak terkait untuk mengatur jadwal aktivitas nelayan dan pariwisata pantai. Hal ini penting agar risiko kerugian materi atau keselamatan warga dapat diminimalkan selama fenomena perigee dan Bulan Purnama berlangsung.

Baca Juga: DPRD Bali Segel Lapangan Padel Ilegal di Atas Lahan LP2B

Dampak terhadap Aktivitas Masyarakat Pesisir

Perigee dan Bulan Purnama Picu Rob di Pesisir Bali, Warga Diimbau Waspada

Fenomena perigee dan Bulan Purnama dapat berdampak signifikan pada kehidupan masyarakat pesisir Bali. Rob yang terjadi bisa merendam jalan, pemukiman, dan area pertanian yang dekat dengan pantai. Nelayan juga diimbau untuk menunda aktivitas melaut atau menempatkan perahu di lokasi lebih aman.

Selain itu, sektor pariwisata pesisir seperti pantai Sanur, Kuta, dan Jimbaran mungkin mengalami gangguan sementara akibat air laut yang naik ke daratan. Pihak hotel dan restoran di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan, termasuk menyiapkan tanggul darurat dan memindahkan fasilitas penting agar terhindar dari kerusakan.

Masyarakat juga disarankan untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah terkait peringatan rob. Persiapan dini, termasuk evakuasi dan penempatan barang berharga di tempat aman, dapat membantu mengurangi dampak negatif dari fenomena alam ini.

Strategi Antisipasi dan Prospek Masa Depan

Pemerintah Kabupaten Badung dan Denpasar telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, seperti pemasangan tanggul sementara, patroli wilayah rawan, dan sosialisasi kepada warga. Kesiapsiagaan ini menjadi kunci agar fenomena perigee dan Bulan Purnama tidak menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.

Selain itu, lembaga terkait juga mengingatkan pentingnya edukasi bagi warga pesisir mengenai dampak pasang surut ekstrem. Masyarakat diharapkan dapat mengenali tanda-tanda air laut naik dan memanfaatkan jalur evakuasi yang telah disiapkan.

Dengan peringatan dini dan langkah mitigasi yang matang, diharapkan fenomena perigee dan Bulan Purnama ini dapat dihadapi dengan aman. Ke depan, masyarakat pesisir Bali dapat lebih tanggap terhadap fenomena alam ekstrem.

Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda hanya di sini Info Kejadian Bali.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari bali.tribunnews.com
  • Gambar Kedua dari denpost.id