Kematian Byron James Dumschat, seorang turis asal Australia berusia 23 tahun, saat berlibur di Bali pada 26 Mei 2025, menyisakan misteri besar.

Setelah ditemukan tak bernyawa di kolam renang vila tempatnya menginap, jenazahnya dipulangkan ke Australia.
Namun, dalam proses pemulangan tersebut, terungkap bahwa jantung Byron tidak ada di dalam tubuhnya. Penemuan ini mengundang keheranan dan kecurigaan dari keluarga serta otoritas Australia.
Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Bali.
Penjelasan Rumah Sakit di Bali
Pihak RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah di Denpasar, Bali, yang melakukan autopsi terhadap jenazah Byron, memberikan penjelasan terkait pengambilan jantung tersebut.
Dokter forensik yang menangani kasus ini, Dr. Nola Margaret Gunawan, menyatakan bahwa pengambilan jantung dilakukan untuk keperluan otopsi forensik yang merupakan prosedur standar dalam investigasi medis di Indonesia.
Menurutnya, organ tersebut disimpan dan tidak dikembalikan bersama jenazah karena alasan teknis dan administratif. Ia juga menambahkan bahwa hasil autopsi dan penjelasan terkait telah disampaikan kepada keluarga, dan mereka telah menerima penjelasan tersebut.
Proses Pengembalian Jantung ke Australia
Proses pengembalian jantung Byron Haddow ke Australia dilakukan setelah melalui prosedur administratif dan medis yang cukup panjang. Jantung tersebut awalnya disimpan di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, untuk keperluan autopsi forensik.
Setelah hasil pemeriksaan selesai, pihak rumah sakit bekerja sama dengan otoritas konsuler Australia untuk memfasilitasi repatriasi organ tersebut agar bisa dikembalikan kepada keluarga di Australia.
Keluarga Byron harus menanggung biaya tambahan sekitar AUD 700 (sekitar Rp7 juta) untuk proses pemulangan jantung tersebut. Meskipun akhirnya jantung berhasil dikembalikan, keterlambatan ini menimbulkan kesedihan tambahan bagi keluarga karena organ vital putra mereka baru tiba setelah pemakaman.
Kejadian ini menyoroti pentingnya komunikasi dan koordinasi yang jelas antara pihak rumah sakit, otoritas negara setempat, dan keluarga korban dalam penanganan jenazah warga negara asing.
Baca Juga: Turis Australia Kedapatan Bawa Kokain Saat Terciduk Razia Lantas di Badung
Penyelidikan Lanjutan dan Tindak Lanjut
Reaksi Keluarga dan Otoritas Australia
Keluarga Byron, khususnya orang tuanya, Robert dan Chantal Haddow, merasa terkejut dan kecewa atas kejadian ini. Mereka baru mengetahui bahwa jantung putra mereka tertinggal di Bali dua hari sebelum pemakaman di Australia.
Chantal menyatakan bahwa perasaan mereka hancur mengetahui bahwa organ vital anak mereka tidak ada di tubuhnya saat dipulangkan. Mereka juga merasa tidak diberi informasi yang memadai mengenai prosedur yang dilakukan terhadap jenazah Byron.
Pemerintah Australia, melalui Konsulat Jenderal di Bali, telah menyampaikan kekhawatiran keluarga kepada pihak berwenang Indonesia.
Namun, hingga saat ini, belum ada klarifikasi lebih lanjut mengenai prosedur yang dilakukan dan alasan pengambilan jantung tersebut tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Untuk informasi lengkap mengenai Bali, kalian bisa kunjungi Info Kejadian Bali, yang menjadi sumber berita terpercaya yang menyediakan update real-time dan laporan mendalam tentang kondisi di pulau ini.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.konteks.co.id
- Gambar Kedua dari bali.jpnn.com
