Posted in

Bupati Kembang Janji Perbaiki Jalan Longsor Pengastian Pendem

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, bersama Wakil Bupati IGN Patriana Krisna (Ipat), turun langsung meninjau jalan longsor di jalur Pengastian-Pendem.

Bupati-Kembang-Janji-Perbaiki-Jalan-Longsor-Pengastian-Pendem

Kehadiran pimpinan daerah ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana dalam menangani bencana yang berdampak langsung pada akses transportasi masyarakat.

Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran Info Kejadian Bali.

Dampak Longsor yang Terjadi

Longsor terjadi pada Senin malam (29/9/2025), menyebabkan kerusakan serius pada badan jalan. Kondisi ini bahkan hampir memutus total jalur penghubung. Jalan yang biasanya ramai digunakan warga mendadak lumpuh, memaksa kendaraan untuk mencari rute alternatif.

Jalur Pengastian–Pendem memiliki arti penting bagi masyarakat sekitar. Selain sebagai akses utama menuju sekolah dari tingkat SD hingga SMA, jalur ini juga menjadi pilihan karena lebih aman dibanding jalan nasional yang padat dan rawan kecelakaan. Kehilangan akses ini tentu menimbulkan keresahan di kalangan orang tua dan siswa.

Selain itu, aktivitas ekonomi warga juga ikut terganggu. Jalur tersebut biasa digunakan untuk mengangkut hasil pertanian, menghubungkan desa dengan pusat kota, serta menjadi jalur distribusi kebutuhan sehari-hari. Jika kerusakan tidak segera ditangani, maka dampaknya dapat meluas ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Upaya Cepat Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Jembrana, I Wayan Sudiarta, menjelaskan bahwa kerusakan jalan di titik ini sudah pernah diusulkan untuk perbaikan pasca bencana banjir sebelumnya. Namun saat itu, kerusakan masih tergolong ringan sehingga penanganan belum mendesak.

“Setelah longsor tadi malam, kondisinya memburuk drastis. Hampir seluruh badan jalan habis. Kami langsung melaporkan kepada Bapak Bupati, dan beliau memerintahkan agar dilakukan pengecekan hari ini juga,” ungkap Sudiarta.

Dinas PUPRPKP pun segera melakukan estimasi kebutuhan biaya perbaikan. Hasil perhitungan awal menunjukkan, anggaran yang diperlukan mencapai Rp461.720.000. Jumlah ini akan diajukan untuk dibiayai dari dana Belanja Tak Terduga (BTT) Kabupaten Jembrana, sekaligus didukung dengan pengajuan bantuan tambahan ke Pemerintah Provinsi Bali.

Menurut Sudiarta, pengajuan BTT dilakukan secepatnya karena menyangkut keselamatan masyarakat dan akses pendidikan. “Karena sifatnya mendesak, kami harap minggu depan sudah bisa mulai dikerjakan,” tambahnya.

Baca Juga: Tragedi Pagi Hari di Pengosekan Ubud, Pengendara Motor Tewas

Solusi Sementara Untuk Akses Transportasi

Solusi-Sementara-Untuk-Akses-Transportasi

Sambil menunggu realisasi perbaikan permanen, arus lalu lintas sementara dialihkan melalui jalur alternatif di kawasan Hardys Land. Jalur ini menjadi pilihan darurat untuk menghubungkan warga yang terdampak. Namun, jalur alternatif tersebut tidak sepenuhnya ideal.

Kendaraan roda empat, terutama dengan ukuran besar, kesulitan melewati jalur alternatif karena kondisi jalan sempit dan terbatas. Hal ini tentu menambah beban bagi masyarakat yang setiap hari harus melintas. Oleh karena itu, percepatan perbaikan jalur utama di Pengastian–Pendem menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda terlalu lama.

Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan aparat desa serta pihak sekolah agar aktivitas pendidikan tetap bisa berjalan. Meski demikian, warga berharap agar perbaikan segera terealisasi agar anak-anak tidak harus menempuh rute lebih jauh dan berisiko.

Harapan Masyarakat dan Komitmen Pemkab Jembrana

Masyarakat sekitar menyambut positif langkah cepat Pemkab Jembrana. Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati di lokasi memberikan rasa tenang sekaligus harapan bahwa perbaikan tidak akan berlarut-larut. Warga menilai jalur Pengastian–Pendem adalah nadi utama aktivitas mereka, sehingga perbaikan harus dipercepat.

Selain menyangkut akses pendidikan, jalan ini juga menjadi jalur penggerak roda ekonomi desa. Petani, pedagang, hingga pekerja harian sangat bergantung pada kelancaran jalur tersebut. Bila jalan putus total, biaya transportasi akan meningkat, distribusi hasil pertanian terhambat, dan mobilitas warga makin sulit.

Bupati Kembang menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menunda penanganan. Pemkab Jembrana berkomitmen melakukan pengerjaan segera setelah anggaran BTT tersedia. “Kami tidak ingin menunggu lama. Segera setelah dana cair, alat berat akan diturunkan, dan perbaikan langsung dikerjakan,” ucapnya.

Dengan langkah cepat ini, Pemkab Jembrana berharap akses di jalur Pengastian–Pendem dapat kembali normal, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman. Ke depan, pemerintah juga akan memperkuat sistem mitigasi bencana agar infrastruktur jalan lebih tahan terhadap cuaca ekstrem maupun bencana alam.

Simak berita update lainnya tentang Bali dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Bali.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari tribunnews.com
  2. Gambar Kedua dari barometerbali.com