Polisi mengungkap praktik pengoplosan gas subsidi ke tabung 50 kilogram di Karangasem, pelaku diduga meraup keuntungan ratusan juta.

Kasus penyalahgunaan gas subsidi kembali mencuat di Karangasem setelah aparat kepolisian mengungkap praktik pengoplosan gas elpiji bersubsidi ke tabung 50 kilogram. Aksi ilegal ini diduga menghasilkan keuntungan ratusan juta rupiah bagi pelaku.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Bali.
Awal Pengungkapan Kasus di Karangasem
Polisi mulai mengendus praktik ilegal ini setelah menerima laporan masyarakat terkait kelangkaan gas subsidi di beberapa wilayah Karangasem. Warga mengeluhkan kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran kecil yang biasa mereka gunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Kondisi ini membuat aparat melakukan penyelidikan lebih lanjut di lapangan.
Setelah melakukan pengamatan, polisi menemukan aktivitas mencurigakan di salah satu lokasi penyimpanan. Aktivitas tersebut menunjukkan adanya pemindahan isi gas dari tabung subsidi ke tabung berukuran besar. Temuan ini langsung mendorong aparat untuk melakukan penggerebekan.
Saat penggerebekan berlangsung, polisi menemukan sejumlah tabung gas berbagai ukuran dan peralatan yang digunakan untuk memindahkan isi gas. Petugas langsung mengamankan barang bukti dan membawa beberapa orang untuk dimintai keterangan. Langkah ini menjadi awal terungkapnya jaringan pengoplosan gas di wilayah tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Modus Pengoplosan Gas Bersubsidi
Pelaku menggunakan modus sederhana namun sangat merugikan dalam menjalankan aksinya. Mereka membeli gas elpiji bersubsidi ukuran kecil dari berbagai sumber. Setelah itu, mereka memindahkan isi gas tersebut ke tabung berukuran 50 kilogram untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Proses pengoplosan dilakukan secara tersembunyi di lokasi tertentu yang jauh dari pengawasan. Pelaku memanfaatkan celah distribusi untuk mendapatkan pasokan gas subsidi dalam jumlah besar. Mereka kemudian mengolahnya menjadi produk non-subsidi untuk meraih keuntungan maksimal.
Selain itu, pelaku juga memanfaatkan permintaan tinggi dari sektor usaha yang membutuhkan gas dalam jumlah besar. Dengan cara ini, mereka berhasil menjual gas oplosan ke pasar dengan harga industri. Praktik ini memberikan keuntungan besar namun merugikan distribusi resmi pemerintah.
Baca Juga: Pelarian Berakhir! Pria Pembakar Bengkel di Gianyar Ditangkap Aparat
Keuntungan Ratusan Juta Dari Aksi Ilegal

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan bahwa pelaku berhasil meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah. Keuntungan tersebut berasal dari selisih harga antara gas subsidi dan gas ukuran besar yang dijual ke pasar. Aktivitas ini berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.
Pelaku memanfaatkan stabilnya permintaan gas di sektor usaha untuk terus menjalankan aksinya. Setiap transaksi memberikan margin keuntungan yang tinggi. Kondisi ini membuat pelaku terus mengulangi praktik pengoplosan tanpa mempertimbangkan dampak sosial.
Selain keuntungan finansial, pelaku juga menyebabkan kerugian bagi masyarakat luas. Kelangkaan gas subsidi membuat warga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok mereka. Situasi ini memperburuk dampak dari praktik ilegal yang mereka lakukan.
Dampak Terhadap Masyarakat dan Distribusi Energi
Kasus pengoplosan gas ini memberikan dampak langsung terhadap masyarakat kecil di Karangasem. Banyak warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas subsidi di warung atau pangkalan resmi. Kondisi ini membuat mereka harus mencari alternatif dengan harga lebih mahal.
Selain itu, distribusi energi menjadi tidak stabil akibat praktik ilegal tersebut. Pasokan gas subsidi yang seharusnya tepat sasaran justru berkurang di tingkat masyarakat. Hal ini menimbulkan ketimpangan dalam akses energi di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah bersama aparat terus berupaya menjaga distribusi agar tetap berjalan sesuai aturan. Pengawasan di lapangan juga ditingkatkan untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi. Langkah ini penting untuk melindungi hak masyarakat terhadap energi bersubsidi.
Tindakan Hukum dan Imbauan Kepolisian
Polisi telah mengamankan pelaku dan barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut. Mereka kini menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Aparat juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam praktik ini.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait distribusi gas. Partisipasi warga sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan barang subsidi. Langkah ini dapat membantu menjaga kestabilan pasokan di lapangan.
Selain itu, aparat menegaskan komitmen mereka untuk menindak tegas pelaku penyalahgunaan energi subsidi. Penegakan hukum diharapkan dapat memberikan efek jera. Pemerintah juga terus memperkuat pengawasan agar subsidi tepat sasaran.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari Kompas.com
- Gambar kedua dari Metro TV