Gempa magnitudo 5,7 yang mengguncang Banyuwangi pada 25 September 2025 menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan di Bali dan Jawa Timur.

Pada Kamis, 25 September 2025, sekitar pukul 16.04 WIB, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.
Episenter gempa terletak di laut, sekitar 40 kilometer timur laut Banyuwangi, dengan kedalaman 12 kilometer. Meskipun tidak berpotensi tsunami, guncangan gempa dirasakan hingga ke wilayah Bali, menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan, termasuk rumah warga dan fasilitas umum.
Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Bali.
Kerusakan Rumah di Bali
Di Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana, gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada tembok Puskesmas 2 di Negara dan sebuah rumah warga di Banjar Tengah, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana.
Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah BPBD Provinsi Bali, I Wayan Suryawan, menyatakan bahwa meskipun ada kerusakan pada bangunan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Kerugian materiil juga belum dapat dipastikan, namun pihaknya terus memantau dan melakukan penanganan dampak gempa di wilayah tersebut.
Dampak di Wilayah Jawa Timur
Selain di Bali, gempa ini juga berdampak signifikan di wilayah Jawa Timur, terutama di Kabupaten Situbondo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mencatat bahwa jumlah rumah yang rusak akibat gempa bertambah menjadi 64 unit, tersebar di empat desa di Kecamatan Banyuputih.
Desa Sumberwaru mengalami kerusakan pada 25 rumah, Desa Sumberanyar 16 rumah, Desa Wonorejo 19 rumah, dan Desa Sumberejo 4 rumah. Selain itu, tujuh pos resort Taman Nasional Baluran juga mengalami kerusakan, dengan atap pos Balanan runtuh dan dinding retak.
Baca Juga: Tragedi di Jembatan Tukad Bangkung: Pria Bunuh Diri di Bali
Langkah Mitigasi dan Kesiapsiagaan

Langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi gempa menjadi fokus utama pemerintah daerah di wilayah rawan bencana seperti Banyuwangi dan Bali.
Pemerintah terus mendorong pembangunan infrastruktur yang lebih tahan gempa, termasuk perbaikan dan penguatan bangunan publik serta rumah warga.
Selain itu, sosialisasi mengenai prosedur evakuasi dan langkah-langkah aman saat terjadi gempa rutin dilakukan untuk memastikan masyarakat siap menghadapi bencana.
Selain peningkatan infrastruktur, pelatihan tanggap darurat bagi aparat lokal, relawan, dan masyarakat juga digencarkan.
Simulasi evakuasi, penyediaan jalur aman, serta informasi mengenai titik kumpul darurat membantu meminimalkan risiko cedera dan kerusakan lebih lanjut.
Dengan strategi mitigasi dan kesiapsiagaan yang menyeluruh, diharapkan dampak gempa dapat ditekan dan keselamatan warga tetap terjamin.
Reaksi Masyarakat dan Pemerintah
Reaksi masyarakat terhadap gempa magnitudo 5,7 yang mengguncang Banyuwangi dan Bali menunjukkan solidaritas yang tinggi.
Warga setempat secara gotong royong membantu proses evakuasi, membersihkan reruntuhan, dan memastikan anggota keluarga serta tetangga aman dari bahaya.
Kehadiran masyarakat yang sigap ini turut mempercepat proses pemulihan dan menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah situasi darurat.
Pemerintah daerah, bersama dengan BPBD, TNI, Polri, dan relawan, segera turun ke lapangan untuk melakukan pendataan kerusakan, memberikan bantuan darurat, serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Selain itu, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti protokol keselamatan yang telah disosialisasikan.
Tindakan cepat dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menangani dampak bencana ini.
Untuk informasi lengkap mengenai Bali, kalian bisa kunjungi Info Kejadian Bali, yang menjadi sumber berita terpercaya yang menyediakan update real-time dan laporan mendalam tentang kondisi di pulau ini.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.liputan6.com
- Gambar Kedua dari news.fin.co.id