Pemerintah Badung menyiapkan banyak titik pengolahan kompos sebagai langkah inovatif mengatasi sampah dan mendukung lingkungan berkelanjutan.
Pemkab Badung mengambil langkah tegas menangani sampah organik pasca-TPA Suwung tutup per 1 April 2026. Selain itu, lima sentra penampung bahan baku kompos dibangun di berbagai kecamatan secara strategis. Strategi ini tidak hanya ubah sampah jadi pupuk bernilai tinggi, tetapi juga targetkan 500 ton sampah harian terkelola mandiri dengan efektif.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Bali.
Strategi Sentra Kompos Badung
Pemkab Badung siapkan lima titik utama penampung sampah organik secara terencana. Pertama, Kecamatan Abiansemal di Desa Sangeh memanfaatkan lahan bekas Balai Benih Ikan yang ideal. Lokasi ini sangat strategis karena dekat dengan pemukiman padat dan mudah diakses.
Skala sentra jauh lebih besar dibandingkan teba modern biasa saat ini. Selain itu, fokus utamanya adalah mengolah 60-70% sampah rumah tangga menjadi material kompos berkualitas. Dengan demikian, sampah tidak lagi dibuang mentah ke TPA secara sembarangan.
Bupati Rai Warastuthi tekankan komitmen penuh untuk dukung PSEL Suwung sepenuhnya. Selama dua tahun ke depan, program ini akan digenjot habis-habisan demi solusi jangka panjang. Akhirnya, pengelolaan mandiri mampu tingkatkan efektivitas daerah secara signifikan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Lokasi dan Distribusi Titik
Titik kedua berada di Kecamatan Kuta Utara kawasan Canggu yang ramai. Lahan luasnya sangat cocok untuk menyimpan volume besar sampah organik setiap hari. Akses mudah dari pusat pariwisata juga tingkatkan partisipasi warga setempat.
Kecamatan Kuta Selatan pilih Pecatu sebagai pusat pengumpulan utama. Selain itu, lahan aset pemerintah seperti Central Parkir IR dimanfaatkan maksimal untuk penataan kompos. Lokasi ini untungkan infrastruktur existing yang sudah ada sebelumnya.
Abiansemal dan Mangua juga jadi prioritas utama dalam distribusi. Distribusi merata seperti ini cegah penumpukan di satu area saja. Dengan begitu, setiap kecamatan punya tanggung jawab pengolahan sendiri yang proporsional.
Baca Juga: Warung Babi Guling Pan Lagas di Kerobokan Ludes Terbakar, Ini Faktanya
Teknologi dan Proses Pengolahan
TPST Mengwitani menjadi pusat pengolahan sampah utama dengan dukungan mesin RA-X hibah dari Jepang. Teknologi ini mampu mencacah sampah organik menjadi kompos berkualitas dalam waktu singkat. Produksi kompos juga diberikan gratis bagi warga Badung hanya dengan menunjukkan KTP.
Proses pengolahan dimulai dari pemilahan sampah di sumber hingga tahap pengomposan yang optimal. Penggunaan cairan bioaktivator khusus mempercepat dekomposisi sehingga menghasilkan pupuk siap pakai yang berkualitas. Hasil kompos tersebut kemudian diserap langsung oleh lahan pertanian lokal.
Kolaborasi antara sektor swasta dan TPS3R meningkatkan efisiensi sistem pengolahan sampah secara keseluruhan. Program distribusi 677 tong komposter melalui CSR juga memperkuat pengelolaan sampah rumah tangga. Dengan demikian, transformasi pengolahan sampah berbasis sumber dapat berjalan lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan
Kompos dari Badung diserap luas oleh lahan pertanian sehingga meningkatkan hasil panen secara nyata. Pertanian organik juga menjadi solusi utama dalam upaya penghijauan di Bali. Pendapatan petani ikut meningkat berkat penggunaan pupuk murah namun berkualitas tinggi ini.
Program ini efektif dalam mencegah deforestasi sekaligus mengurangi polusi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, tercipta lapangan kerja lokal di sentra pengolahan kompos bagi masyarakat sekitar. Warga dilibatkan aktif mulai dari proses pemilahan sampah hingga distribusi pupuk.
Sosialisasi yang dilakukan secara serentak di desa-desa meningkatkan kesadaran masyarakat luas terhadap pengelolaan sampah. Target partisipasi rumah tangga dan pelaku usaha diarahkan untuk menekan volume sampah hingga 70 persen. Dengan demikian, Badung menjadi contoh nyata pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Bali.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari badungkab.go.id