Lebih dari 2.600 warga binaan di Bali diusulkan mendapatkan remisi menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.
Remisi ini diberikan sebagai penghargaan bagi narapidana yang berkelakuan baik dan aktif mengikuti program pembinaan. Selain mengurangi masa hukuman, remisi juga mendorong motivasi warga binaan, mendukung reintegrasi sosial, dan mempererat ikatan dengan keluarga. Temukan berita terkini dan informasi menarik seputar Bali di Info Kejadian Bali.
2.600 Warga Binaan Bali Diusulkan Remisi Hari Raya
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali mengusulkan lebih dari 2.600 warga binaan di sejumlah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan untuk mendapatkan remisi menjelang perayaan Nyepi dan Idul Fitri 2026. Program remisi ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah bagi narapidana yang berkelakuan baik.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Bali, I Ketut Sudarta, menyatakan bahwa usulan remisi ini mencakup narapidana dari berbagai kategori, termasuk narapidana umum dan warga binaan yang menjalani pidana ringan maupun sedang. Remisi diberikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurut Sudarta, pemberian remisi juga menjadi salah satu upaya untuk mendorong warga binaan agar lebih disiplin, mematuhi aturan, dan berpartisipasi aktif dalam program pembinaan. Pemerintah berharap langkah ini dapat mendukung proses reintegrasi sosial mereka ke masyarakat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Langkah Usulan Remisi
Proses pengusulan remisi dimulai dengan verifikasi administratif oleh petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Bali. Setiap warga binaan yang memenuhi syarat akan diajukan dalam daftar penerima remisi yang kemudian ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.
I Ketut Sudarta menjelaskan, warga binaan yang berkelakuan baik dan tidak pernah melanggar tata tertib lapas memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan remisi. Remisi yang diberikan bervariasi, mulai dari pengurangan masa hukuman beberapa hari hingga beberapa bulan, tergantung jenis pelanggaran dan durasi hukuman.
Selain itu, pengusulan remisi juga mempertimbangkan faktor agama dan momentum perayaan. Untuk perayaan Nyepi, remisi diberikan sebagai bentuk penghargaan dan toleransi budaya. Sedangkan menjelang Idul Fitri, remisi diberikan untuk mendukung kebersamaan keluarga narapidana dengan warga binaan lain.
Baca Juga: Libur Nyepi? MBG Di Buleleng Bali Tetap Beroperasi, Siswa Nikmati Paket 3 Hari!
Manfaat Remisi Bagi Warga Binaan
Remisi tidak hanya memberikan pengurangan masa tahanan, tetapi juga berdampak positif bagi motivasi warga binaan. Mereka terdorong untuk lebih aktif mengikuti program pendidikan, pelatihan kerja, dan kegiatan keagamaan yang rutin digelar di lapas.
Selain itu, program remisi membantu mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat secara bertanggung jawab. Dengan pengurangan hukuman, narapidana dapat mempererat ikatan sosial dengan keluarga dan lingkungan sekitar, yang berperan penting dalam mengurangi risiko residivisme.
Pemberian remisi juga meningkatkan citra lapas sebagai institusi yang mengutamakan pembinaan dan rehabilitasi, bukan sekadar hukuman semata. Hal ini selaras dengan visi Kemenkumham untuk mewujudkan pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan.
Strategi Pelaksanaan dan Pengawasan
Kemenkumham Bali akan memantau secara ketat pelaksanaan remisi, memastikan semua warga binaan yang berhak menerima dapat memperoleh haknya. Petugas lapas juga diminta untuk mendampingi warga binaan agar memahami prosedur dan manfaat remisi dengan jelas.
Selain itu, pemerintah daerah dan pihak terkait akan bekerja sama dalam pengawasan pasca-remisi, termasuk pembinaan lanjutan dan reintegrasi sosial agar warga binaan dapat kembali produktif di masyarakat.
Proses remisi diharapkan selesai sebelum Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026, sehingga warga binaan dapat merayakan momen keagamaan bersama keluarga dan masyarakat dengan penuh kebahagiaan, sekaligus memacu semangat mereka untuk mengikuti program pembinaan secara disiplin.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari transversalmedia.com