Buleleng, Bali, dilanda banjir bandang akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut, Anggota DPR RI menyebut alih fungsi vegetasi di hulu.
Rumah, jalan, dan lahan pertanian terdampak, membuat warga harus mengungsi. Pemerintah bersama BPBD Bali gencar melakukan evakuasi, mitigasi, dan edukasi masyarakat agar risiko bencana serupa dapat diminimalkan di masa depan. emukan berita terkini dan informasi menarik seputar Bali di Info Kejadian Bali.
Buleleng Dilanda Banjir Bandang
Hujan deras yang mengguyur wilayah Buleleng beberapa hari terakhir memicu banjir bandang yang merusak pemukiman dan infrastruktur. Banyak rumah dan jalan terdampak, sehingga warga harus mengungsi ke tempat aman.
Banjir bandang ini terjadi di beberapa desa, termasuk wilayah dataran rendah yang berbatasan dengan sungai besar. Aliran air yang deras merusak jembatan, jalan desa, dan fasilitas umum lainnya, membuat mobilitas warga terganggu.
Pemerintah setempat bersama tim BPBD Bali sigap mengevakuasi warga terdampak dan mendirikan posko bantuan. Penduduk diminta tetap waspada karena hujan diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
DPR Alih Fungsi Lahan Picu Banjir
Anggota DPR RI menyebut bahwa alih fungsi lahan dan vegetasi di hulu sungai bisa menjadi salah satu faktor pemicu banjir bandang di Buleleng. Menurutnya, kawasan hulu yang sebelumnya ditutupi hutan kini banyak dialihfungsikan untuk perkebunan dan pemukiman.
“Alih vegetasi di hulu sungai mengurangi daya serap tanah terhadap hujan, sehingga air hujan lebih cepat mengalir ke hilir dan menyebabkan banjir bandang,” ujar anggota DPR yang hadir di lokasi terdampak. Ia menambahkan, kondisi ini diperparah oleh minimnya reboisasi dan penurunan tutupan hutan di wilayah hulu.
Ia menambahkan bahwa upaya reboisasi dan pelestarian hutan di daerah hulu menjadi sangat penting. Dengan vegetasi yang cukup, aliran air bisa lebih terkendali dan risiko bencana banjir dapat diminimalkan.
Baca Juga: Tegas! Satpol PP Gianyar Bersihkan Trotoar Dari Pedagang Nakal!
Dampak Banjir Bandang
Banjir bandang telah menimbulkan kerugian materiil yang signifikan. Beberapa rumah warga rusak parah, lahan pertanian terendam, dan jalan-jalan desa terputus. Selain itu, pasokan listrik dan air bersih juga sempat terganggu di beberapa wilayah. Warga terdampak kini mengungsi ke posko sementara yang disiapkan pemerintah desa dan BPBD setempat.
Warga terdampak kini mengungsi di posko sementara sambil menunggu kondisi air surut. Pemerintah desa bersama relawan menyediakan bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan untuk kebutuhan mendesak.
Selain kerusakan fisik, banjir juga menimbulkan trauma bagi masyarakat. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan, sehingga perlindungan psikososial juga menjadi prioritas pemerintah setempat.
Upaya Penanganan dan Pencegahan
BPBD Bali dan pemerintah desa telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana lebih lanjut. Pembersihan saluran sungai dan pemantauan hujan intensif menjadi prioritas utama. Selain itu, pemerintah bersama relawan juga mendorong masyarakat untuk ikut serta menjaga lingkungan, menanam pohon di daerah hulu.
Anggota DPR menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan desa dalam menangani bencana. Program reboisasi, penguatan tanggul sungai, dan edukasi warga terkait bencana menjadi kunci pencegahan jangka panjang.
Dengan langkah mitigasi yang tepat, diharapkan banjir bandang berikutnya dapat diminimalkan. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, terutama di kawasan hulu, juga menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko bencana di masa depan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari denpasar.kompas.com
- Gambar Kedua dari denpasar.kompas.com