BPBD Badung mencatat 114 kejadian bencana sepanjang 2025 yang menimbulkan kerugian mencapai Rp 4,1 miliar.
Bencana meliputi banjir, kebakaran, dan cuaca ekstrem seperti pohon tumbang, puting beliung, serta tanah longsor. Tim Jitupasna bergerak cepat menindaklanjuti setiap laporan dan mendata kerugian untuk pengajuan bantuan pemerintah. Temukan berita terkini dan informasi menarik seputar Bali di Info Kejadian Bali.
BPBD Badung Catat 114 Kejadian Bencana Sepanjang 2025
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung mencatat sebanyak 114 kejadian bencana yang terjadi di wilayah Gumi Keris selama tahun 2025. Pendataan ini dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui jenis bencana, jumlah kerugian, serta langkah penanganan yang diperlukan.
Bencana yang terjadi beragam, mulai dari banjir, kebakaran, hingga cuaca ekstrem seperti tanah longsor, pohon tumbang, dan puting beliung. Total kerugian akibat bencana mencapai Rp 4.126.000.000, termasuk biaya penanganan yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, seperti PUPR dan Perkim.
Pencatatan bencana ini dilakukan melalui Sistem Lencana untuk memastikan data valid dan lengkap. Hasil pendataan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merencanakan bantuan, rehabilitasi, dan rekonstruksi bagi masyarakat terdampak. Selain itu, data yang tercatat dalam Sistem Lencana juga menjadi acuan bagi kementerian dan lembaga.
Respons Cepat Atasi Setiap Bencana
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Badung, Putu Juniarta, menjelaskan bahwa tim Jitupasna bergerak cepat menindaklanjuti setiap laporan bencana dari masyarakat. Setiap kejadian dicatat, baik yang menimbulkan kerugian maupun tidak, untuk memastikan penanganan tepat sasaran.
“Setiap turun pasti didata. Baik ada kerugian maupun tidak ada kerugian,” ujar Juniarta, Senin (19/1/2026). Data ini menjadi acuan pengajuan bantuan kepada pemerintah daerah dan pemetaan wilayah rawan bencana.
BPBD juga berkoordinasi dengan OPD teknis lainnya untuk mempercepat proses penanganan. Dengan demikian, bantuan bisa segera diberikan kepada korban dan dampak bencana dapat diminimalkan.
Baca Juga: Pengeroyokan di Tigawasa Buleleng Bali Berakhir Damai
Banjir, Cuaca Ekstrem, dan Kebakaran Jadi Penyumbang Kerugian Terbesar
Dari jenis bencana yang tercatat, banjir menjadi penyumbang kerugian terbesar, dengan total Rp 1.319.000.000. Banyak kerugian terjadi akibat banjir yang melanda beberapa wilayah, menimbulkan dampak signifikan bagi warga dan infrastruktur.
Cuaca ekstrem, seperti tanah longsor, pohon tumbang, dan puting beliung, menimbulkan kerugian paling besar, yakni Rp 2.199.000.000. Sementara itu, kebakaran menimbulkan kerugian sebesar Rp 590.000.000. Secara total, jumlah kejadian terbagi menjadi 72 bencana banjir, 27 bencana cuaca ekstrem, dan 15 kebakaran.
Menurut Juniarta, pencatatan rinci ini membantu pemerintah memahami pola bencana di Badung. Data tersebut juga menjadi dasar perencanaan mitigasi dan antisipasi agar dampak serupa tidak terulang di masa depan.
BPBD Ingatkan Masyarakat Tetap Siaga
BPBD Badung terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Warga diharapkan selalu mengikuti informasi resmi dan melaporkan setiap kejadian bencana kepada aparat setempat.
Selain itu, BPBD mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan keluarga dan komunitas. Hal ini termasuk menyiapkan jalur evakuasi, stok kebutuhan darurat, dan koordinasi dengan perangkat desa maupun tim tanggap darurat.
Dengan langkah antisipatif dan kesadaran masyarakat, diharapkan risiko kerugian akibat bencana dapat diminimalkan. BPBD juga akan terus memperkuat sistem pendataan dan penanganan bencana agar Badung lebih tangguh menghadapi berbagai ancaman alam di masa mendatang.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari denpasar.kompas.com
- Gambar Kedua dari balipost.com