Pemprov Bali berencana melakukan kajian teknis terkait kemungkinan pengoperasian layanan Trans Metro Dewata di Kabupaten Buleleng.
Wacana ini muncul sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan transportasi publik di Pulau Bali, tidak hanya terpusat di wilayah selatan.
Buleleng sebagai daerah terluas di Bali memiliki kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas ekonomi serta pariwisata.
Kajian teknis dipandang penting sebelum layanan tersebut benar-benar diterapkan. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa pengoperasian Trans Metro Dewata di wilayah utara Bali dapat berjalan efektif, efisien, serta sesuai dengan karakter geografis Buleleng.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Bali.
Latar Belakang Pengembangan Transportasi Publik
Selama ini, Trans Metro Dewata lebih dikenal beroperasi di kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, serta Tabanan. Kehadiran layanan ini menjadi alternatif transportasi massal berbasis bus yang ramah lingkungan. Namun, wilayah Buleleng memiliki kondisi yang berbeda, baik dari sisi jarak tempuh, kepadatan lalu lintas, maupun pola pergerakan masyarakat.
Pemprov Bali menilai bahwa akses transportasi publik di Buleleng masih perlu penguatan. Ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi masih cukup tinggi, sehingga kehadiran angkutan massal diharapkan mampu menekan penggunaan kendaraan bermotor sekaligus mendukung target pengurangan emisi.
Respons Pemerintah Kabupaten Buleleng
Pemerintah Kabupaten Buleleng menyambut positif rencana kajian teknis tersebut. Kehadiran transportasi publik modern dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Buleleng memiliki wilayah yang memanjang dari barat ke timur, sehingga transportasi massal berpotensi menjadi solusi mobilitas yang lebih terjangkau.
Pemerintah kabupaten juga berharap kajian ini melibatkan pemangku kepentingan lokal agar perencanaan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. Partisipasi publik dipandang penting guna menciptakan rasa memiliki terhadap layanan transportasi yang nantinya dioperasikan.
Baca Juga: Ipar Anggota DPRD Bima Eks Aktivis Mahasiswa Terjerat Kasus Sabu
Fokus Kajian Teknis Operasional
Kajian teknis yang akan dilakukan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kesiapan infrastruktur, jalur trayek potensial, hingga kebutuhan armada.
Pemerintah provinsi ingin memastikan bahwa rute yang direncanakan benar-benar menjangkau pusat aktivitas masyarakat seperti kawasan pendidikan, perkantoran, pusat layanan publik, serta destinasi wisata di Buleleng.
Selain itu, aspek keberlanjutan operasional juga menjadi perhatian utama. Penghitungan biaya operasional, skema subsidi, serta potensi jumlah penumpang akan dianalisis secara mendalam.
Kajian ini bertujuan agar layanan Trans Metro Dewata di Buleleng tidak hanya berjalan, tetapi juga mampu bertahan dalam jangka panjang.
Harapan Terhadap Pengoperasian di Masa Depan
Jika hasil kajian teknis menunjukkan kelayakan, pengoperasian Trans Metro Dewata di Buleleng diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi berbagai sektor.
Mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah, aktivitas ekonomi lokal dapat meningkat, serta konektivitas antarwilayah di Bali bagian utara semakin baik.
Pemprov Bali menegaskan bahwa kajian ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah awal menuju sistem transportasi publik yang lebih merata.
Dengan perencanaan matang, layanan Trans Metro Dewata di Buleleng berpotensi menjadi contoh pengembangan transportasi massal berbasis kebutuhan daerah. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Bali menuju sistem transportasi berkelanjutan yang inklusif bagi seluruh masyarakat.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari voi.id