Aksi nekat seorang WNA meniti tali di atas jurang di Air Terjun Sekumpul, Buleleng, Bali, telah menjadi perbincangan di media sosial.

Dalam video tersebut, tampak seorang pria berjalan di atas tali yang dibentangkan tinggi antara dua tebing air terjun. Aksi ini menarik perhatian karena dilakukan tanpa izin resmi dari pihak berwenang. Dinas Pariwisata Buleleng telah membenarkan lokasi kejadian dan menegaskan bahwa kegiatan tersebut dihentikan karena dinilai membahayakan keselamatan. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Bali.
Viral Aksi Ekstrem di Air Terjun Sekumpul
Sebuah video yang memperlihatkan seorang wisatawan asing melakukan aksi slackline di ketinggian Air Terjun Sekumpul, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, telah viral di media sosial. Video ini menunjukkan seorang pria WNA melakukan aksi akrobatik dengan berjalan di atas tali yang membentang di ketinggian.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, membenarkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh seorang wisatawan mancanegara pada Senin, 4 Agustus 2025. Pihak Dinas Pariwisata mengaku tidak mengetahui sebelumnya terkait ulah wisatawan asing yang membahayakan diri tersebut. Penelusuran baru dilakukan pada Rabu, 6 Agustus 2025, setelah video aksi slackline itu viral.
Detail Pelaku dan Modus Operandi
Dari penelusuran yang dilakukan, didapatkan informasi bahwa aksi ekstrem ini melibatkan 12 orang WNA, dengan satu di antaranya meniti tali yang membentang di ketinggian. Tali tersebut dipasang menggunakan drone. Para WNA ini disebut-sebut ingin melakukan atraksi tersebut untuk keperluan promosi pariwisata.
Mereka juga mengaku telah melakukan kegiatan serupa di beberapa negara sebelumnya, termasuk di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Meskipun demikian, aksi ini dilakukan tanpa izin dan sepengetahuan aparat desa setempat.
Bahkan, pengelola destinasi wisata baru mengetahui hal tersebut setelah videonya beredar luas. Hingga saat ini, petugas belum mengetahui identitas maupun asal negara para WNA tersebut karena mereka sudah tidak berada di lokasi.
Baca Juga: Detik-Detik Mencekam Kecelakaan Fast Boat Bali Dolphin Cruise 2 di Pelabuhan Sanur!
Tanpa Izin dan Pengawasan

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni dilakukan atas keinginan tamu dan tidak melibatkan promosi atau penjualan paket wisata dari pihak homestay maupun desa.
Aksi tersebut dilakukan tanpa perizinan resmi dan tidak dijual dalam paket wisata. Para tamu tersebut hanya membayar tiket masuk reguler seharga Rp 150.000. Pihak Babinkamtibmas yang sedang berada di lokasi langsung menghentikan aksi tersebut setelah melihat dua orang mulai berjalan di atas tali.
Menilai aktivitas itu terlalu berbahaya, apalagi tanpa pengawasan dan izin yang jelas. Pemilik homestay dan perangkat desa telah melakukan klarifikasi dan meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi di media sosial akibat aksi berbahaya WNA ini.
Bahaya dan Resiko Aksi Slackline
Aksi slackline di ketinggian seperti yang dilakukan di Air Terjun Sekumpul memiliki risiko bahaya yang sangat tinggi. Dalam video yang viral, WNA tersebut bahkan sempat terpeleset dari tali. Beruntung, ia masih selamat karena terikat dengan perlengkapan keselamatan yang ada pada tali tersebut.
Pihak berwenang menghentikan aksi ini karena dinilai terlalu berbahaya jika dilanjutkan tanpa izin dan pengawasan yang memadai. Kondisi alam yang ekstrem di air terjun, ditambah dengan ketinggian, semakin meningkatkan potensi bahaya dari kegiatan semacam ini.
Pertanyaan Seputar Tujuan dan Dampak
Meskipun para WNA mengklaim aksi ini bertujuan untuk promosi pariwisata, kegiatan yang dilakukan tanpa izin resmi ini justru menimbulkan kegaduhan dan perhatian negatif. Pertanyaan muncul mengenai bagaimana kegiatan promosi semestinya dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai prosedur.
Kejadian ini juga menyoroti pentingnya koordinasi antara wisatawan, pengelola destinasi, dan aparat desa untuk memastikan kegiatan pariwisata berjalan aman dan tidak melanggar aturan setempat. Tanpa izin dan pengawasan yang jelas, kegiatan ekstrem semacam ini dapat membahayakan pelaku maupun citra pariwisata itu sendiri.
Kesimpulan
Aksi slackline WNA di Air Terjun Sekumpul, Buleleng, yang viral di media sosial, menjadi pelajaran penting tentang pelaksanaan kegiatan ekstrem di destinasi wisata. Meskipun diklaim untuk promosi, kegiatan ini dilakukan tanpa izin dan menimbulkan risiko yang jelas.
Insiden ini menekankan perlunya regulasi yang ketat dan koordinasi yang baik antara semua pihak terkait. Untuk memastikan keselamatan wisatawan dan menjaga kelestarian serta citra pariwisata Bali. Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap tentang WNA Meniti Tali di Air Terjun Buleleng hanya di INFO KEJADIAN BALI.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari denpasar.kompas.com
- Gambar Kedua dari www.nusabali.com