Kantor BPJS Kesehatan Kota Denpasar diteror sekelompok orang misterius, memasang spanduk provokatif, sementara motif pelaku masih belum jelas.
Sebuah insiden menghebohkan terjadi di BPJS Kesehatan Cabang Kota Denpasar. Sabtu (21/2) malam, sekelompok orang tak dikenal melancarkan aksi teror dengan memasang spanduk provokatif dan melempar batu ke gedung. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengenai motif dan pelaku. Pihak berwenang kini menindaklanjuti kasus untuk mengungkap kebenaran.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Bali.
Aksi Teror Yang Mengejutkan
Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kota Denpasar, yang berlokasi di Jalan Panjaitan, Denpasar Timur (Dentim), menjadi saksi bisu aksi teror pada malam hari. Sekelompok individu tak dikenal dengan berani memasang spanduk di pintu gerbang utama fasilitas tersebut.
Spanduk yang terpasang tersebut memuat tulisan provokatif: “Wali Kota Pembohong”. Pesan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai target dan alasan di balik insiden tersebut, menunjukkan kemungkinan adanya ketidakpuasan atau konflik yang mendalam.
Tidak hanya pemasangan spanduk, para pelaku juga melempar batu ke arah area kantor BPJS Kesehatan sebelum akhirnya membubarkan diri. Aksi pelemparan ini menambah dimensi kekerasan pada insiden tersebut, meninggalkan kerusakan dan kekhawatiran.
Penyelidikan Polisi Dimulai
Kapolsek Dentim Kompol Ketut Tomiyasa, pada Senin (23/2), mengonfirmasi bahwa pihak BPJS Denpasar telah melaporkan kejadian ini ke Polda Bali. Laporan ini menandai dimulainya proses penyelidikan resmi oleh pihak kepolisian untuk mengungkap fakta-fakta di balik insiden tersebut.
Kompol Tomiyasa menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, tim langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal. Langkah ini merupakan bagian penting dalam mengumpulkan bukti dan informasi dari tempat kejadian perkara.
Informasi awal yang diterima polisi menyebutkan bahwa sekelompok orang tak dikenal berjumlah sekitar 10 orang terlibat dalam aksi ini. Mereka datang membawa dua spanduk yang kemudian dipasang di pintu masuk dan keluar kantor, sebelum melancarkan aksi pelemparan batu.
Baca Juga: Dramatis! 5 WN Bangladesh Disekap di Bali, 1 Berhasil Kabur dan Bongkar Fakta
Bukti Dan Saksi Kunci
Sebagai bagian dari penyelidikan, pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti penting di lokasi kejadian. Bukti-bukti tersebut meliputi empat buah batu yang digunakan dalam pelemparan dan dua spanduk provokatif yang dipasang oleh para pelaku.
Petugas juga memeriksa rekaman CCTV dari area kantor untuk mengidentifikasi pelaku dan memahami kronologi kejadian. Rekaman menunjukkan bahwa para pelaku menggunakan masker dan helm, yang tentunya mempersulit proses identifikasi langsung.
Saksi kunci dalam insiden ini adalah seorang satpam yang sedang bertugas saat kejadian. Keterangan dari satpam ini sangat vital dalam membantu polisi menyusun gambaran lengkap tentang apa yang sebenarnya terjadi pada malam teror tersebut.
Kerusakan Dan Misteri di Balik Aksi
Aksi teror ini berlangsung cukup singkat, diperkirakan sekitar 15 menit. Meskipun singkat, insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada papan akrilik logo BPJS Kesehatan yang pecah, namun beruntungnya, kaca bangunan tidak mengalami kerusakan signifikan.
Para pelaku terlihat mengendarai sepeda motor saat tiba di lokasi, menambah kesan terencana dan terorganisir dari aksi mereka. Mereka memasang spanduk di gerbang utara dan selatan sebelum melakukan pelemparan batu.
Hingga saat ini, motif pasti di balik aksi teror ini masih menjadi misteri. Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali, AKBP Rina Isriana Dewi, belum dapat dimintai konfirmasi terkait laporan kejadian, menandakan bahwa penyelidikan masih berlangsung intensif.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari balipost.com
- Gambar Kedua dari radarbadung.jawapos.com