Tragedi mengguncang Tegallalang, Bali, saat longsor tiba-tiba menelan 1 mobil dan 5 motor, menimbun jalanan dengan material tanah dan batu.
Kejadian ini mengejutkan warga setempat dan mengganggu arus lalu lintas. Tim evakuasi segera diterjunkan untuk membersihkan lokasi dan menyelamatkan korban. Peristiwa ini menjadi peringatan penting tentang risiko bencana alam di kawasan pegunungan Bali.
Temukan berita terkini dan informasi menarik seputar Bali di Info Kejadian Bali.
Tanah Longsor dan Pohon Tumbang Terjadi di Tegallalang, Bali
Sebuah bencana alam berupa tanah longsor yang disertai pohon tumbang terjadi di Jalan Raya Ceking, Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, pada Rabu (28/1/2026). Kejadian ini sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar, meskipun untungnya tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala Seksi Humas Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Suardita, menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat tanah yang labil dipicu curah hujan tinggi di wilayah tersebut. Peristiwa ini berlangsung sekitar pukul 17.30 Wita saat hujan deras melanda Gianyar.
Tanah setinggi sekitar 14 meter longsor, disertai pohon setinggi 60 centimeter yang ikut tumbang, menimpa sejumlah kendaraan yang tengah terparkir di area salah satu kafe. Akibatnya, satu unit mobil dan lima unit sepeda motor mengalami kerusakan.
Kerugian dan Kemacetan Akibat Longsor
Bencana longsor dan pohon tumbang ini menimbulkan kerugian materiil cukup signifikan. Satu unit mobil Hiace dan lima unit sepeda motor tertimpa material longsor, mengalami kerusakan yang memerlukan perbaikan segera. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Selain kerusakan kendaraan, longsor juga menutup sebagian badan jalan, sehingga menimbulkan kemacetan di Jalan Raya Ceking. Polisi segera mengalihkan arus lalu lintas untuk mengurangi kepadatan dan menghindari kecelakaan tambahan.
Warga sekitar mengaku terkejut melihat tanah dan pohon tiba-tiba longsor. Banyak yang langsung mengevakuasi kendaraan dan barang-barang berharga dari lokasi. Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat setempat terkait bahaya hujan deras di wilayah berbukit dan rawan longsor.
Baca Juga: Heboh! WN Selandia Baru Pemilik Hotel Di Lombok Ajak 3 Warlok Threesome
Aksi Cepat Tim Gabungan di Lokasi Longsor
Hingga pagi ini, tim gabungan yang terdiri dari petugas BPBD, polisi, TNI, serta masyarakat setempat masih membersihkan sisa material longsor. Mereka menggunakan alat berat seperti excavator dan dump truck untuk memindahkan tanah dan pohon yang menutupi jalan.
Proses pembersihan berjalan intensif, mengingat Jalan Raya Ceking merupakan salah satu akses vital di Desa Tegallalang. Petugas juga memastikan bahwa area sekitar longsoran aman untuk dilalui kendaraan dan pejalan kaki.
Selain pembersihan, petugas juga melakukan penyuluhan langsung kepada warga, mengingat cuaca ekstrem berpotensi memicu longsor susulan. Masyarakat diminta tidak parkir di bawah pohon besar atau tebing curam selama hujan deras berlangsung.
Waspada Cuaca Ekstrem dan Imbauan Petugas
Ipda Suardita mengingatkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi memicu longsor dan pohon tumbang. Ia menghimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi mereka yang tinggal atau beraktivitas di daerah rawan longsor.
Selain itu, warga diminta memantau informasi dari BMKG dan BPBD terkait potensi bencana, serta menyiapkan langkah-langkah antisipatif. Misalnya, memindahkan kendaraan dari area rawan longsor dan memeriksa kondisi tebing atau pepohonan yang rawan tumbang.
Petugas juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap rambu peringatan bahaya, serta melaporkan kondisi yang mencurigakan. Dengan kewaspadaan ini, risiko korban jiwa dan kerugian materi bisa diminimalkan meskipun hujan ekstrem terjadi kembali.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari denpasar.kompas.com
- Gambar Kedua dari bali.tribunnews.com