Kapolresta Denpasar menegaskan kebijakan tegas, anggota yang terbukti terlibat narkoba akan langsung dipecat tanpa toleransi.
Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, menegaskan kebijakan nol toleransi terhadap keterlibatan anggota dalam narkotika. Langkah ini menjaga integritas Polri, memastikan anggota bersih dari penyalahgunaan, memberi efek jera, dan menunjukkan tidak ada perlindungan bagi oknum yang mencoreng nama baik kepolisian.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Bali.
Komitmen Zero Tolerance Narkoba
Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun bagi anggota yang terlibat dalam kasus narkoba. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan institusi dalam memberantas narkotika dari dalam. Kebijakan ini telah dibuktikan dengan upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) bagi oknum anggota.
Upacara PTDH ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk “shock therapy” yang nyata. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa Polresta Denpasar tidak akan melindungi oknum-oknum yang merusak citra Polri di mata masyarakat. Tindakan tegas ini diharapkan dapat menjadi peringatan keras bagi seluruh anggota.
Kombes Leonardo menambahkan bahwa upaya ini akan terus dilakukan secara berkesinambungan, menggabungkan pendekatan preventif dan represif. Pendekatan preventif fokus pada pencegahan internal, memastikan seluruh personel bebas dari jeratan narkoba. Sementara itu, pendekatan represif akan menindak tegas setiap pelanggaran.
Upaya Pencegahan Dan Pengawasan Internal
Polresta Denpasar mengambil langkah proaktif melalui tes urine mendadak untuk seluruh personel. Pelaksanaan tes urine ini dilakukan secara rutin dan juga melalui sidak oleh Seksi Propam bekerja sama dengan Dokkes. Sasarannya adalah semua personel, mulai dari tingkat Polresta hingga Polsek jajaran, untuk memastikan tidak ada yang luput dari pemeriksaan.
Selain tes urine, penguatan mental dan rohani anggota juga menjadi prioritas. Pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) rutin setiap minggu dilaksanakan untuk memperkuat integritas dan moralitas personel. Tujuannya agar anggota tidak mudah tergiur oleh gaya hidup negatif yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam penyalahgunaan narkoba.
Pengawasan melekat (Waskat) juga diterapkan, di mana para kepala satuan (kasat) dan kepala kepolisian sektor (kapolsek) diwajibkan untuk mengawasi langsung perilaku bawahan mereka sehari-hari. Pengawasan ini penting untuk mendeteksi dini perubahan perilaku mencurigakan yang mungkin mengindikasikan keterlibatan dalam narkoba.
Baca Juga: WNA Inggris Jadi Pengedar Kokain di Bali Demi Puluhan Ribu Dolar
Sanksi Tegas Dan Pakta Integritas
Setiap anggota Polresta Denpasar diwajibkan untuk menandatangani pakta integritas. Dokumen ini secara jelas menyatakan kesiapan mereka untuk diproses hukum dan dipecat jika terbukti terlibat narkoba. Pakta integritas ini menjadi komitmen personal setiap anggota terhadap institusi dan negara.
Polri, khususnya Polresta Denpasar, tidak akan ragu-ragu dalam melakukan PTDH terhadap anggota yang terbukti menjadi bandar, pengedar, atau pengguna narkoba kronis. Beberapa tahun terakhir, Polresta Denpasar telah melaksanakan upacara PTDH bagi oknum anggota yang terlibat kasus narkoba, menunjukkan konsistensi dalam penindakan.
Anggota yang terlibat narkoba tidak hanya akan menghadapi sidang kode etik profesi, tetapi juga akan diproses secara pidana umum seperti masyarakat biasa. Langkah tegas ini diambil karena polisi memiliki tanggung jawab sebagai penegak hukum dan teladan. Mereka harus memerangi narkoba, bukan justru menjadi bagian dari masalah tersebut.
Polri Sebagai Penegak Hukum Dan Teladan
Kapolresta Denpasar menegaskan bahwa polisi seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat dalam memerangi narkoba. Keterlibatan oknum polisi dalam penyalahgunaan atau peredaran narkoba akan sangat mencoreng citra institusi dan merusak kepercayaan publik. Oleh karena itu, penindakan tegas mutlak dilakukan.
Kebijakan zero tolerance ini adalah bukti nyata komitmen Polri untuk bersih dari narkoba dan menjalankan tugasnya secara profesional. Dengan menindak tegas anggotanya sendiri, Polri menunjukkan integritasnya. Diharapkan langkah ini dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Tindakan ini juga menjadi pesan kuat bagi seluruh elemen masyarakat bahwa perang terhadap narkoba adalah tanggung jawab bersama. Polisi sebagai garda terdepan harus menjadi contoh yang baik. Keterlibatan dalam narkoba tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga merusak institusi dan meracuni masyarakat.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari balipost.com
- Gambar Kedua dari baliwara.com