Posted in

Sosialisasi Pembangunan Bali, Koster Beri Sinyal Kuat Giri Penerus Masa Depan!

Pemerintah Provinsi Bali, di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster, terus sosialisasi program pembangunan Bali periode 2025-2030.

Sosialisasi Pembangunan Bali, Koster Beri Sinyal Kuat Giri Penerus Masa Depan!

Menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN. Dalam berbagai kesempatan, Koster secara khusus menyinggung peranan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, sebagai calon penerusnya, bahkan mengajaknya dalam agenda sosialisasi agar Giri dapat memahami dan meneruskan program pembangunan ini.

Koster menyatakan bahwa membangun Bali memerlukan wawasan luas karena meskipun wilayahnya kecil dan penduduknya sedikit, Bali menjadi perhatian nasional dan internasional. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Bali.

Visi Pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Pemerintah Provinsi Bali, di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster, telah membentuk tim percepatan pelaksanaan program pembangunan Bali 2025-2030. Namun visi utama pembangunan ini adalah “Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” sebuah komitmen yang berfokus pada pelestarian alam, manusia, dan kebudayaan Bali.

Visi ini dijabarkan melalui 22 misi, termasuk penguatan Desa Adat, pengembangan ekonomi berbasis budaya, serta transformasi digital dan energi bersih. Visi pembangunan Bali ini juga didukung oleh pola pembangunan semesta berencana. Koster dan Giri Prasta berkomitmen untuk mewujudkan visi ini.

Wayan Koster sendiri menegaskan bahwa pada periode keduanya, ia akan menjalankan haluan pembangunan dengan melanjutkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan menjaga kekuatan alam, manusia, dan kebudayaan Bali untuk diwariskan kepada generasi mendatang.

Periode 2025-2030 menjadi momentum awal yang sangat penting untuk memulai pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125. Komitmen ini akan dilaksanakan dengan niat yang tulus dan lurus.

Tantangan dan Tim Super Prioritas

Bali menghadapi sejumlah tantangan serius yang menjadi perhatian utama pemerintah. Isu-isu tersebut meliputi alih fungsi lahan sawah, peningkatan volume sampah, kerusakan ekosistem, dan kesenjangan ekonomi antara wilayah Sarbagia (Denpasar, Badung, Gianyar) dan luar Sarbagia.

Selain itu, masalah infrastruktur, penyalahgunaan narkoba, dan penodaan tempat suci juga menjadi fokus penanganan. Untuk mengatasi isu-isu mendesak ini, pemerintah telah membentuk beberapa tim super prioritas. Tim-tim ini antara lain:

  • Tim Pembatasan Plastik Sekali Pakai: Dipimpin oleh Dr. Ir. Luh Riniti Rahayu, M.Si., tim ini bertugas mengurangi penggunaan plastik di seluruh sektor.
  • Tim Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber: Fokus pada pengelolaan sampah di desa, perkantoran, dan tempat wisata.
  • Tim Penanganan Kemacetan: Melibatkan Dinas Perhubungan dan kepolisian untuk mengatasi kemacetan di wilayah padat seperti Denpasar dan Badung.
  • Tim Penertiban Wisatawan Asing Nakal: Bertugas mengawasi perilaku wisatawan asing yang melanggar aturan.

Baca Juga: Tragedi KMP Tunu Pratama, Koster Minta Pemilik Kapal Penyeberangan Dievaluasi

Proyek Strategis dan Peran Aktif Masyarakat

Proyek Strategis dan Peran Aktif Masyarakat

Pemerintah Provinsi Bali juga telah menyiapkan berbagai proyek strategis untuk mendukung percepatan pembangunan. Proyek-proyek ini mencakup restorasi Pura Besakih, pembangunan pusat olahraga di Bangli, dan pengembangan jalan baru untuk mengurangi kemacetan. Contoh proyek jalan baru termasuk underpass Jimbaran dan pembangunan jalan konektivitas antar-kabupaten.

Gubernur Koster menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program-program ini. Tim-tim yang dibentuk akan bekerja secara sukarela atau “ngayah” tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Masyarakat diharapkan terlibat dalam upaya pelestarian budaya dan lingkungan.

Seluruh tim diminta untuk segera berkoordinasi dan melaporkan hasil kerja paling lambat tanggal 9 Mei 2025. Rekomendasi kebijakan, termasuk penyusunan peraturan daerah baru, akan disusun untuk memperkuat implementasi program. Dengan langkah-langkah ini, Bali berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan modern dan pelestarian nilai-nilai lokal, demi mewujudkan Bali yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

Sinergitas dan Keberlanjutan Pembangunan

Koster dan Giri berupaya meningkatkan penyelenggaraan program pembangunan Bali yang terintegrasi dan terpadu dalam kesatuan wilayah, yaitu “satu pulau, satu”. Sinergitas ini penting untuk memastikan pembangunan yang holistik dan berkelanjutan. Pasangan Koster-Giri telah menegaskan komitmen mereka untuk melanjutkan dan memantapkan pembangunan Bali sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Kesimpulan

Sosialisasi percepatan pembangunan Bali 2025-2030 menunjukkan komitmen serius Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Wayan Koster untuk mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Dengan melibatkan Wakil Gubernur Giri Prasta sebagai calon penerus dan membentuk tim-tim prioritas untuk mengatasi tantangan yang ada, pemerintah berupaya menciptakan pembangunan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan didukung oleh partisipasi aktif masyarakat.

Proyek-proyek strategis serta penekanan pada pelestarian alam dan budaya menunjukkan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan nilai-nilai lokal. Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap hanya di Info Kejadian Bali.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari www.detik.com
  2. Gambar Kedua dari www.antaranews.com