Posted in

Musda Golkar Bali Resmi Digelar, Sugawa Korry Pilih Tidak Maju!

Musda XI DPD Partai Golkar Provinsi Bali telah resmi digelar pada Minggu, 13 Juli 2025, di The Meru Sanur, Denpasar, setelah sempat tertunda.

Musda Golkar Bali Resmi Digelar, Sugawa Korry Pilih Tidak Maju!

Dalam acara penting ini, Ketua DPD Golkar Bali petahana, I Nyoman Sugawa Korry, secara mengejutkan menyatakan tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai ketua . Keputusan ini diambil demi menjaga soliditas dan kemajuan partai, membuat Gede Sumarjaya Linggih menjadi calon tunggal yang siap memimpin Golkar Bali periode 2025-2030 secara aklamasi. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Bali.

Pembukaan Musda Golkar Bali dan Keputusan Sugawa Korry

Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Provinsi Bali telah resmi digelar pada Minggu, 13 Juli 2025, di The Meru Sanur, Denpasar. Acara ini mengusung tema Golkar Solid Indonesia Maju Bali Jayanti dan dihadiri oleh lebih dari 500 peserta, peninjau, serta undangan. Musda ini merupakan forum tertinggi di tingkat provinsi untuk menetapkan program kerja dan memilih kepengurusan untuk masa bakti 2025–2030.

Sebelumnya, Musda ini sempat ditunda dari jadwal semula pada 23 Mei 2025, karena Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia berhalangan hadir. Meskipun Bahlil Lahadalia dijadwalkan hadir untuk membuka Musda, ia akhirnya diwakili oleh Sekretaris Jenderal Golkar, Muhammad Sarmuji.

Wakil Ketua Umum DPP Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur, Emanuel Melkades Laka Lena, serta Anggota Fraksi Golkar DPR RI sekaligus pengurus pusat, Zulfikar Arse Sadikin, juga turut hadir.

Latar Belakang Penundaan Musda dan Isu Politis

Musda Golkar Bali ke-11 seharusnya dilaksanakan pada 23 Mei 2025 di Nusa Dua, namun ditunda. Penundaan mendadak ini terjadi karena Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia berhalangan hadir. Ketua Steering Committee (SC) Musda Golkar Bali, Dewa Made Suamba Negara, menjelaskan bahwa Bahlil memiliki keinginan untuk menghadiri Musda Golkar di berbagai daerah, termasuk Bali.

Suamba membantah bahwa penundaan tersebut terkait dengan unsur politis di internal partai, menegaskan pada 21 Mei, “Penundaan ini tidak ada kaitannya dengan unsur politis”. Meskipun demikian, penundaan ini sempat memunculkan spekulasi.

Namun, Ketua DPD I Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry, memastikan bahwa jadwal terbaru Musda Golkar Bali pada 13 Juli 2025, sudah disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur, Emanuel Melkades Laka Lena. Sugawa Korry menegaskan kesiapan Bali untuk melaksanakan Musda dalam suasana terbaik.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Bangli, Polisi Beberkan Detik-Detik 4 Orang Tewas

Dinamika Kandidat dan Pencalonan Tunggal

Dinamika Kandidat dan Pencalonan Tunggal

Sebelum Musda digelar, agenda utamanya diprediksi akan mempertemukan dua kandidat kuat: petahana I Nyoman Sugawa Korry dan Gede Sumarjaya Linggih, yang akrab disapa Demer. Namun, pada hari-H pelaksanaan Musda, Sugawa Korry secara resmi menyatakan tidak mencalonkan diri. Keputusan ini membuat Gede Sumarjaya Linggih secara otomatis menjadi calon tunggal Ketua DPD Partai Golkar Bali.

Demer, seorang politisi asal Desa Tajun, Buleleng, menjadi satu-satunya nama yang mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD Golkar Bali. Ia mendaftar pada Sabtu, 12 Juli 2025, pukul 20.16 WITA, dan dipastikan akan terpilih secara aklamasi. Sebelumnya, Demer telah mengantongi delapan dukungan dari DPD Golkar tingkat kabupaten/kota dan tiga organisasi sayap partai di Bali.

Menjadikannya orang pertama yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Golkar Bali. Sugawa Korry sendiri mengungkapkan keyakinannya bahwa Demer akan menjadi calon tunggal dan mengajak semua kader untuk mendukungnya dengan keikhlasan.

Harapan Soliditas Partai dan Kritik Internal

Nyoman Sugawa Korry menegaskan bahwa keputusannya untuk tidak maju kembali adalah demi menjaga soliditas dan kemajuan partai. Ia berharap semua kader Golkar di Bali tetap solid, siapa pun yang terpilih menjadi ketua. Sugawa Korry mengajak seluruh kader untuk mendukung hasil Musda XI dan memperkuat kebersamaan demi kemenangan Golkar di Bali.

Meskipun demikian, ada kritik internal yang muncul dari DPD Golkar Kota Denpasar. Ketua DPD Golkar Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira, mengkritisi sikap Pengurus DPD Golkar Provinsi Bali yang dinilai tidak memberikan ruang lebih luas dalam menentukan sikap, seperti penentuan calon legislatif dan kepala daerah. Wandhira berharap pengurus baru dapat memberikan kewenangan lebih kepada pengurus DPD kabupaten/kota, karena mereka yang lebih memahami medan di daerah.

Kandidat Alternatif dan Dukungan yang Bergeser

Sebelum penetapan calon tunggal, di tengah persaingan antara Sugawa Korry dan Demer. Muncul beberapa nama kandidat alternatif yang diusulkan oleh kader senior untuk menghindari perpecahan dalam tubuh partai. Tiga kandidat alternatif tersebut adalah Gede Wiratha, seorang pengusaha sukses dan Anggota Dewan Pertimbangan DPD I Golkar Bali Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Gus Adhi). Politisi senior dan Wakil Ketua Umum DPP SOKSI serta Wayan Subawa. Mantan birokrat dan Ketua Dewan Pertimbangan DPD I Golkar Bali.

Selain itu, dukungan juga mengalir untuk Dr. I Nyoman Diana sebagai calon alternatif Ketua DPD Partai Golkar Bali. Nyoman Diana dinilai sebagai tokoh visioner dan figur independen yang dapat menjadi jembatan rekonsiliasi di tengah rivalitas antara Demer dan Sugawa Korry.

Sekretaris Steering Committee (SC) Musda Golkar Bali, Muammar Khadafi, menyambut baik antusiasme para calon. Menegaskan bahwa Golkar adalah partai terbuka dan siapapun yang memiliki KTA Golkar punya hak yang sama. Namun, dengan mundurnya Sugawa Korry, semua dukungan tersebut kini beralih ke Gede Sumarjaya Linggih sebagai calon tunggal.

Kesimpulan

Musda Golkar Bali telah sukses dilaksanakan dengan terpilihnya Gede Sumarjaya Linggih sebagai ketua secara aklamasi. Menyusul keputusan I Nyoman Sugawa Korry untuk tidak mencalonkan diri kembali demi soliditas partai. Proses Musda ini menunjukkan dinamika internal partai, dari penundaan jadwal hingga munculnya berbagai kandidat alternatif. Yang pada akhirnya bermuara pada konsolidasi di bawah kepemimpinan baru.

Harapan besar kini diemban oleh kepengurusan baru untuk menjaga persatuan, mengakomodasi kepentingan daerah. Dan memajukan Golkar Bali dalam menghadapi tantangan politik di masa depan. Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap hanya di INFO KEJADIAN BALI.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari www.balipost.com
  2. Gambar Kedua dari www.balipost.com