Meski menerapkan WFH, Bupati Badung meminta ASN tetap produktif dengan turun ke lapangan melakukan aksi bersih-bersih setiap Jumat.
Pemerintah pusat menetapkan kebijakan WFH bagi ASN untuk mengantisipasi pembatasan BBM dan mengurangi mobilitas. Namun, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melihat peluang dari perubahan ini dengan meminta ASN memanfaatkan hari Jumat untuk turun langsung ke lapangan melalui aksi bersih lingkungan di wilayah masing-masing.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Bali.
Mengubah WFH Menjadi Program Kurve
Bupati Badung menekankan bahwa hari Jumat tidak boleh dilupakan hanya karena ASN bekerja dari rumah. Ia menginstruksikan jajaran di setiap kecamatan untuk mengalihkan waktu itu menjadi waktu aksi bersih lingkungan, yang dipimpin langsung oleh camat.
Menurut Adi Arnawa, kebijakan WFH bisa jadi momentum untuk mempercepat penanganan sampah dan persoalan lingkungan hidup. Alih‑alih hanya duduk di rumah, pegawai diimbau turun langsung ke desa, banjar, dan kawasan pemukiman untuk membantu warga mengatasi tumpukan sampah di lingkungan mereka.
Dengan pendekatan ini, Badung ingin menjadikan model kerja baru bukan hanya soal efisiensi birokrasi, tetapi juga dampak positif bagi lingkungan. Camat dan lurah diharapkan bisa menjadi “komandan lapangan” yang menggerakkan kader, remaja, serta warga setempat untuk bergotong royong di hari Jumat, sekalipun sebagian aparatur lainnya WFH.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Fokus Pada Penanganan Sampah dan TPA Suwung
Kebijakan penggunaan hari Jumat untuk kurve juga berhubungan erat dengan penataan TPA Suwung. Mulai 1 April 2026, Bupati Badung menegaskan bahwa hanya sampah residu yang boleh dibawa ke TPA Suwung. Sementara sampah yang masih bisa dipilah harus dikelola di tingkat sumber.
Pernyataan ini disampaikan langsung Adi Arnawa dalam rapat dan konferensi pers terkait pengelolaan sampah dan kapasitas TPA Suwung. Ia menekankan bahwa penurunan volume sampah ke Suwung harus dimulai dari kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga dan tempat usaha.
Kegiatan massal ini diharapkan menjadi sarana sosialisasi sekaligus penegakan aturan. Dalam aksi bersih di Central Parkir Kuta, lima pelanggar terjaring dan kini diproses Satpol PP. Hal ini menunjukkan bahwa gotong royong bukan sekadar simbolis, tetapi juga bagian dari penegakan hukum lingkungan di Badung.
Baca Juga: Momen Nahas! Kakek 70 Tahun Tiba-Tiba Jatuh Dari Tebing, Ini Penyebabnya
Contoh Aksi Langsung di Kawasan Kuta
Bupati Badung memberi contoh nyata dengan turun langsung memimpin aksi bersih lingkungan di sepanjang Jalan Legian dan Central Parkir Kuta, Jumat 3 April 2026. Ia didampingi Ketua Komisi II DPRD Badung, para kepala OPD, camat, perbekel, lurah, serta perwakilan desa adat dan kepala lingkungan di Kecamatan Kuta.
Dalam kegiatan tersebut, Adi Arnawa tidak hanya mengumpulkan sampah, tetapi juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah rumah usaha dan pemukiman. Ia mengecek apakah warga sudah memilah sampah dan menggunakan kantong sesuai aturan. Ia juga memastikan tidak ada pembuangan sampah di tempat yang tidak semestinya.
Kolaborasi ini memperkuat kesan bahwa pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat bekerja bersama menangani masalah lingkungan. Bagi pelaku usaha pariwisata, kehadiran Bupati langsung di tengah kawasan wisata juga menjadi penekanan simbolik bahwa kebersihan adalah salah satu pilar utama dalam menjaga citra Badung sebagai tujuan wisata internasional.
WFH Yang Produktif, Lingkungan Yang Lebih Bersih
Dengan kebijakan ini, Bupati Badung menekankan bahwa WFH tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan produktivitas kerja maupun mengabaikan tanggung jawab sosial. ASN diminta tetap menjalankan tugas, namun sekaligus memanfaatkan sebagian waktunya untuk menjaga kebersihan dan keindahan wilayah kerja.
Kegiatan kurve diharapkan menjadi rutinitas mingguan yang terus berjalan sepanjang April 2026, baik di pusat kota maupun kawasan pariwisata. Melalui gotong royong terus-menerus, Badung berharap dapat mengurangi tekanan di TPA Suwung dan mempercepat proses daur ulang. Sekaligus membangun pola hidup bersih di kalangan masyarakat dan wisatawan.
Bagi masyarakat, langkah ini menjadi pengingat bahwa kebersihan bukan hanya tugas petugas, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan menggabungkan WFH dan gotong royong, Badung menunjukkan bahwa kebijakan pusat bisa menjadi peluang membenahi lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan pariwisata.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari denpasar.kompas.com
- Gambar Kedua dari denpost.id