Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan tindakan tegas terhadap wisatawan asing yang tidak tertib di Bali.
Turis yang terlibat penyalahgunaan narkoba, perkelahian, atau merugikan UMKM lokal akan langsung dideportasi demi menjaga ketertiban dan citra pariwisata Bali. Kebijakan ini bertujuan melindungi wisatawan berkualitas, keamanan masyarakat. Temukan berita terkini dan informasi menarik seputar Bali di Info Kejadian Bali.
Luhut, Turis Nakal di Bali Akan Dideportasi
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menyerukan penegakan ketertiban wisatawan asing di Bali, dengan usulan tegas agar turis yang tidak tertib dan bermasalah hukum dideportasi dari Pulau Dewata. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah rapat koordinasi yang digelar di Denpasar, Bali, Kamis (26/2/2026).
Luhut menilai bahwa Bali sebagai destinasi wisata internasional harus menjadi contoh ketertiban dan kenyamanan bagi semua wisatawan. Dia menegaskan perlunya selektivitas dalam menerima kunjungan wisatawan asing demi menjaga citra pariwisata Bali dan Indonesia secara keseluruhan.
Menurutnya, turis yang terlibat dalam persoalan hukum seperti penyalahgunaan narkoba, perkelahian, hingga aktivitas bisnis yang merugikan usaha mikro lokal layak dideportasi demi ketertiban sosial dan ekonomi setempat. Bali disebutnya tetap akan menarik wisatawan berkualitas meski ada pengurangan jumlah pengunjung.
Alasan di Balik Usulan Deportasi
Pernyataan Luhut ini muncul di tengah kekhawatiran mengenai perilaku wisatawan yang dinilai dapat merusak ketertiban umum di Bali. Ia menekankan bahwa kerusakan citra akibat ulah segelintir turis bisa berdampak negatif terhadap daya tarik pariwisata global.
Luhut mengaku sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Pemerintah Provinsi Bali, untuk menindak tegas turis bermasalah tersebut. “Bali harus tertib. Turis‑turis yang tidak berkualitas itu dideportasikan saja dari sini,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa jika jumlah wisatawan menurun secara moderat, hal tersebut tidak akan berdampak buruk terhadap sektor pariwisata secara keseluruhan. Bali tetap dicintai wisatawan jika tetap mempertahankan standar yang baik.
Baca Juga: Tegas! Kapolresta Denpasar Tegaskan Anggota Terlibat Narkoba Langsung Dipecat
Turis yang Bisa Jadi Sasaran Deportasi
Luhut menyebutkan be
berapa kategori turis yang berpotensi dideportasi berdasarkan pelanggaran yang terjadi di Bali. Termasuk di antaranya wisatawan yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba atau perkelahian yang mengganggu ketertiban publik.
Selain itu, turis yang melakukan kegiatan investasi atau bisnis yang merugikan UMKM lokal juga dapat dikenai tindakan deportasi, menurut penilaian Luhut. Ia ingin agar usaha mikro, kecil, dan menengah Bali tetap terlindungi dari praktik yang tidak sehat.
Usulan deportasi ini dipandang sebagai bagian dari strategi memperkuat ketertiban dan kualitas kunjungan wisatawan, bukan semata‑mata penurunan angka kunjungan. Luhut berharap langkah ini justru meningkatkan citra Bali sebagai tujuan wisata yang aman dan berkualitas.
Bali, Pariwisata Berkualitas dan Tantangan ke Depan
Permintaan tegas Luhut untuk menindak turis bermasalah juga disertai dengan upaya untuk memperkuat sistem pengawasan, termasuk penggunaan digitalisasi yang mendukung penertiban aktivitas serta tata ruang.
Luhut menekankan bahwa Bali adalah “permata Indonesia” dan ketertiban di pulau ini sangat penting agar pariwisata tetap menjadi sektor andalan yang berkelanjutan serta menarik bagi wisatawan berkualitas dari seluruh dunia.
Pemerintah daerah dan pusat dipandang harus bersinergi dalam penyusunan kebijakan yang tepat, termasuk definisi “wisatawan berkualitas” yang jelas dan transparan. Hal ini diharapkan bisa menjaga Bali tetap menjadi destinasi wisata unggulan tanpa mengorbankan keamanan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari nasional.tvrinews.com