Posted in

Bali Terancam Tenggelam? DPD RI Ajukan 10 Ribu Bibit Pohon Selamatkan Pulau Dewata!

DPD RI bergerak cepat mengajukan 10 ribu bibit pohon untuk mencegah banjir dan menjaga ekosistem Pulau Dewata.

DPD RI Ajukan 10 Ribu Bibit Pohon Selamatkan Pulau Dewata

Banjir di Bali pada 10 September 2026, yang menelan belasan korban jiwa, memicu respons cepat DPD RI. Dalam rapat koordinasi di Denpasar, Komite II DPD RI bersama Pemprov Bali dan Pemkab/Pemkot se-Bali membahas penanggulangan bencana. Ketua Komite II DPD RI, Badikenita Br Sitepu, menekankan pentingnya penanganan banjir demi menjaga perekonomian Bali.

Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Bali.

Bali Dihantam Banjir, Ekonomi Terancam

Banjir di Bali menjadi isu genting, mengancam pendapatan daerah dan mata pencarian masyarakat yang bergantung pada pariwisata. Kenaikan permukaan air laut dan pemanasan global memperparah risiko, menempatkan Bali dalam situasi rentan. Tanpa penanganan efektif, sektor pariwisata beserta UMKM dan restoran akan menghadapi dampak serius.

Alih fungsi hutan menjadi perkebunan durian dan pisang cavendish memperparah kondisi. Ini mengurangi daerah resapan air, menurunkan kualitas air bersih, dan menciptakan rongga di bawah tanah. Kondisi ini meningkatkan kerentanan Bali terhadap banjir yang lebih ekstrem di masa depan.

Masalah sampah juga memperburuk keadaan. Kurangnya kesadaran memilah sampah dan praktik penggabungan kembali sampah terpilah di depo memperparah penumpukan. Sampah yang menumpuk tidak hanya merusak estetika Bali, tetapi juga meningkatkan risiko banjir, merugikan pendapatan masyarakat.

Solusi Jangka Panjang, Hutan Dan Tata Ruang

DPD RI menyerukan literasi dan mitigasi bencana di tingkat pemerintah daerah. Reboisasi, dengan penanaman kembali pohon, menjadi kunci untuk menjaga sumber air bersih dan air tanah. Fokusnya adalah pada pencegahan proaktif, bukan mencari kambing hitam setelah bencana terjadi.

Peninjauan ulang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) akan dilakukan untuk mengidentifikasi hutan lindung, hutan sosial, dan area masyarakat. Rapat koordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta BPN ATR akan mengecek kondisi lahan. Tujuannya adalah memetakan luasan, reklamasi, hutan tersisa, serta lahan pariwisata dan pemukiman.

Pemetaan akurat ini vital untuk perencanaan yang efektif, memastikan kebijakan yang tepat melindungi ekosistem. Dengan demikian, Bali dapat menjaga ketersediaan sumber daya air dan mengurangi risiko bencana. Ini adalah langkah krusial untuk keberlanjutan lingkungan Pulau Dewata.

Baca Juga: Buronan Interpol Kasus Perampokan Sadis Rumania Ditangkap Polisi Bali

Aksi Nyata, 10 Ribu Bibit Pohon Untuk Bali

 Aksi Nyata, 10 Ribu Bibit Pohon Untuk Bali​​ ​

Anggota Komite II DPD RI, Ni Luh Djelantik, mengusulkan pengadaan 10 ribu bibit pohon kepada Ketua Komite II DPD RI. Inisiatif ini merupakan langkah konkret awal untuk reboisasi masif di Bali. Penanaman bibit pohon ini diharapkan segera terealisasi sebagai bagian integral dari solusi jangka panjang.

Gerakan 10 ribu bibit pohon ini menegaskan komitmen DPD RI mengatasi banjir. Diharapkan, langkah ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Penanaman pohon tidak hanya mencegah banjir, tetapi juga memperbaiki kualitas udara dan mendukung keanekaragaman hayati.

Langkah awal ini diharapkan memicu program serupa yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak sangat esensial untuk suksesnya reboisasi dan mitigasi bencana. Upaya bersama ini akan membantu menjaga Bali tetap indah dan aman bagi semua.

Kolaborasi Kunci Penyelamatan Bali

Pemerintah daerah harus meningkatkan literasi bencana dan mitigasi di masyarakat. Edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan, memilah sampah, dan menghindari alih fungsi lahan sembarangan harus terus digalakkan. Keterlibatan aktif warga adalah kunci keberhasilan program penanggulangan banjir.

Kerja sama antara pemerintah dan pihak pengangkutan sampah juga perlu diperbaiki. Sistem pengelolaan sampah yang efisien, tanpa penggabungan kembali sampah terpilah, akan sangat mengurangi tumpukan residu. Ini menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, sekaligus mengurangi risiko banjir secara signifikan.

Secara keseluruhan, penanggulangan banjir di Bali memerlukan strategi komprehensif dari semua pihak. Mulai dari reboisasi, peninjauan tata ruang, hingga pengelolaan sampah yang efektif, semua elemen harus bersinergi. Dengan demikian, Bali dapat melindungi diri dari ancaman banjir dan memastikan kelestarian lingkungan yang mempesona.

Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari bali.tribunnews.com
  2. Gambar Kedua dari jakarta.suaramerdeka.com