Bali menjadi fokus proyek PSEL yang akan groundbreaking Maret, menghadirkan solusi modern mengubah sampah menjadi energi listrik.
Kabar baik dari Kementerian Lingkungan Hidup! Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) akan dimulai dengan groundbreaking Maret mendatang. Bali, khususnya Denpasar-Badung, menjadi wilayah prioritas proyek ini, diharapkan menjadi solusi permanen bagi masalah sampah yang kian kompleks.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Bali.
Peluncuran Awal Proyek PSEL Dan Lokasi Prioritas
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengumumkan bahwa proyek PSEL tahap awal dijadwalkan memulai groundbreaking pada Maret mendatang. Bali, khususnya aglomerasi Denpasar-Badung, ditetapkan sebagai salah satu lokasi prioritas. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah sampah di destinasi wisata utama.
Selain Denpasar-Badung, gelombang pertama PSEL juga akan dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta Bekasi (kota dan kabupaten), dan Bogor. Pemilihan lokasi-lokasi ini didasarkan pada tingkat urgensi dan kesiapan infrastruktur, menjadikannya pionir dalam implementasi teknologi PSEL.
Enam daerah lainnya masih dalam proses pengadaan barang dan jasa, yang diproyeksikan rampung sekitar November 2026. Tingginya minat dari berbagai daerah dan perlunya ketelitian dalam proses seleksi menunjukkan kompleksitas dan potensi besar proyek PSEL secara nasional.
Perluasan Program Dan Penanganan Konflik
Pemerintah juga sedang membahas perluasan PSEL ke kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung, dan Makassar. Hal ini menunjukkan ambisi program PSEL untuk mencakup wilayah yang lebih luas, demi mencapai target pengelolaan sampah nasional yang lebih baik.
Khusus untuk Makassar, Menteri Hanif mengungkapkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Pangan turun langsung untuk menyelesaikan sengketa antara Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Mediasi ini penting untuk memastikan kelancaran proyek PSEL di wilayah tersebut.
Secara keseluruhan, terdapat 13 wilayah yang telah masuk dalam perencanaan PSEL. Angka ini menunjukkan skala besar program ini dalam upaya mengelola sampah secara terintegrasi dan menghasilkan energi listrik, memberikan dampak positif ganda bagi lingkungan dan energi.
Baca Juga: Tragedi Di Selat Bali: Jumlah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Kini Capai 3 Orang!
Kriteria Pemilihan Daerah Dan Kesiapan Teknologi
Menteri Hanif menjelaskan bahwa pemerintah akan menginventarisasi kabupaten/kota atau aglomerasi dengan volume sampah 600-1.000 ton per hari. Daerah-daerah yang memenuhi kriteria ini akan diusulkan untuk masuk program PSEL berikutnya, memastikan efisiensi pengelolaan.
Berdasarkan pemetaan nasional, terdapat potensi sekitar 25 kabupaten/kota atau aglomerasi yang memenuhi kriteria tersebut. Ini menunjukkan bahwa program PSEL memiliki potensi untuk diperluas secara signifikan di seluruh Indonesia, mencakup berbagai wilayah yang membutuhkan solusi sampah.
“Teknologinya sudah siap, regulasi dari Kementerian ESDM juga sudah ada,” ujar Hanif pada Jumat (6/2) di Pantai Kedonganan, Badung. Pernyataan ini menegaskan bahwa dari segi teknologi dan regulasi, program PSEL sudah matang, tinggal menunggu implementasi di lapangan.
Target Capaian Dan Penegakan Hukum
Hanif menargetkan penyelesaian persoalan sampah secara bertahap hingga tahun 2029. Saat ini, capaian pengelolaan sampah nasional baru mencapai sekitar 24 persen, menunjukkan masih panjangnya jalan menuju target ideal.
Namun, jika seluruh fasilitas pengelolaan sampah di kabupaten/kota, termasuk Badung dan Denpasar, dapat dioptimalkan, angka tersebut diperkirakan bisa meningkat hingga 57 persen. Target nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sendiri sebesar 63 persen.
Untuk menutup kekurangan capaian, pemerintah akan memperkuat penegakan hukum serta komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat. Sosialisasi akan dilakukan secara door to door dengan melibatkan penyuluh keluarga berencana (PLKB) di bawah koordinasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN).
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari balipost.com
- Gambar Kedua dari detik.com