Seorang pria yang merupakan ipar dari anggota DPRD Kabupaten Bima ditangkap aparat kepolisian terkait kasus kepemilikan sabu.
Pria tersebut sebelumnya dikenal sebagai aktivis mahasiswa di wilayah setempat, sehingga kabar penangkapannya mengejutkan publik.
Penegak hukum menyatakan bahwa kasus ini menjadi bukti seriusnya upaya pemberantasan narkoba di daerah, tanpa memandang status sosial atau hubungan politik pelaku.
Polisi menemukan barang bukti berupa paket sabu dalam jumlah tertentu di kediaman tersangka. Penangkapan dilakukan setelah aparat mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan yang dilakukan oleh pelaku.
Kasus ini langsung menjadi perhatian media lokal, mengingat keterkaitan pelaku dengan figur publik dan latar belakangnya sebagai aktivis mahasiswa.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Bali.
Kronologi Penangkapan
Penangkapan ipar anggota DPRD Bima terjadi pada malam hari setelah penyelidikan intensif oleh aparat. Polisi mendatangi rumah tersangka dan melakukan penggeledahan sesuai prosedur hukum. Barang bukti berhasil diamankan dan tersangka langsung dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Proses penyelidikan menekankan kepastian hukum serta keselamatan semua pihak. Aparat juga memastikan dokumentasi yang lengkap agar kasus dapat dilanjutkan ke tahap penyidikan dengan jelas. Kronologi ini menjadi rujukan awal untuk mengungkap jaringan atau motif yang mendasari kepemilikan sabu oleh tersangka.
Riwayat Sebagai Aktivis Mahasiswa
Sebelum terjerat kasus narkoba, tersangka dikenal aktif sebagai aktivis mahasiswa. Selama masa kuliah, ia terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial dan organisasi kemahasiswaan yang cukup menonjol di lingkungan akademik.
Namun, setelah lulus, jejak aktifnya di masyarakat mulai menurun, dan kabar mengenai keterlibatan narkoba baru muncul beberapa tahun kemudian.
Riwayat ini menimbulkan pertanyaan di masyarakat mengenai faktor yang memicu perubahan perilaku. Pakar sosial menyebutkan bahwa transisi dari dunia akademik ke kehidupan profesional kadang menghadirkan tekanan sosial dan ekonomi yang bisa mempengaruhi pilihan individu.
Baca Juga:
Proses Hukum Dan Penanganan Kasus
Tersangka kini tengah menjalani proses hukum di kepolisian dengan pengawasan jaksa. Penyidik menegaskan bahwa kasus ini akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk kemungkinan penerapan hukuman pidana sesuai Undang-Undang Narkotika.
Aparat berkomitmen untuk menuntaskan penyelidikan tanpa pandang bulu, memastikan bahwa semua fakta terungkap dan proses pengadilan berjalan transparan.
Selain itu, kepolisian juga menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik kepemilikan sabu tersebut. Hal ini menjadi langkah preventif untuk mencegah peredaran narkoba lebih besar di wilayah Kabupaten Bima.
Reaksi Keluarga Serta Anggota DPRD
Kasus yang melibatkan ipar anggota DPRD Bima ini memicu reaksi dari keluarga serta politisi terkait. Anggota DPRD yang bersangkutan menyatakan kekecewaan terhadap kejadian ini dan menekankan bahwa kasus tersebut merupakan tanggung jawab pribadi tersangka. Pernyataan ini penting untuk memisahkan ranah politik dari masalah hukum yang sedang ditangani.
Selain itu, keluarga berharap agar proses hukum dapat berjalan adil serta transparan. Dukungan moral diberikan untuk memastikan tersangka tetap kooperatif selama penyidikan.
Reaksi ini juga menjadi upaya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi politik sekaligus memperlihatkan komitmen terhadap penegakan hukum.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari voi.id