Seorang pengendara motor berinisial BGS (26) tewas di Denpasar, Bali, setelah menghindari jalan rusak berbentuk cekungan persegi mirip jalur kereta api.

Kecelakaan tunggal ini terjadi pada Jumat pekan lalu sekitar pukul 14.39 Wita. Korban melaju seorang diri dari arah utara ke selatan saat kejadian.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran Info Kejadian Bali.
Kronologi Kecelakaan di Jalan Sedap Malam
Saat melintasi ruas jalan yang rusak, BGS berusaha menghindari cekungan di tengah jalan dengan mengambil sisi kiri. Kondisi aspal di sisi timur jalan masih normal, namun motor korban justru melaju terlalu ke kiri sehingga menabrak pohon di pinggir jalan. Korban terpental dari motornya dan meninggal di lokasi.
“Ya, nabrak pohon dia dan meninggal (di lokasi kejadian). Mungkin jalan licin karena memang cekungan jalan itu belum selesai diaspal,” jelas Karta. Dari keterangan saksi dan polisi, kecelakaan ini terjadi karena pengendara tidak dapat menghindari kerusakan jalan yang cukup dalam dan licin akibat belum diaspalnya permukaan jalan.
Penyebab Jalan Rusak dan Memicu Terjadi Kecelakaan
Kondisi jalan yang memicu kecelakaan ini telah terjadi sejak dua bulan terakhir. Cekungan persegi sedalam sepertiga panjang telunjuk orang dewasa muncul akibat proyek pipa PDAM yang belum selesai. Hingga kini, belum ada perbaikan dari PUPR Provinsi Bali.
Karta menambahkan, warga setempat sudah sering mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Namun, karena bukan ranah polisi untuk memperbaiki jalan, pihak kepolisian hanya bisa mengimbau warga agar melapor ke kepala desa. Selanjutnya, laporan tersebut diteruskan ke pemerintah provinsi agar dapat ditangani.
“Kami bilang ke warga kalau soal kondisi fisik jalan, memang bukan ranah kami. Tapi kami imbau melapor ke kepala desa untuk bersurat kepada PUPR Bali,” tambah Karta.
Baca Juga: Konten Kreator Terkenal Bali Pak Rama Divonis 4 Tahun, Aset Disita
Kondisi Jalan dan Dampaknya

Cekungan persegi ini berada di persimpangan Jalan Sedap Malam, Jalan Tukad Nyali, dan Jalan Hang Tuah. Beberapa meter dari perempatan lampu merah menuju Jalan Sedap Malam, sebagian ruas jalan ditutup dengan lempengan besi untuk mencegah kerusakan lebih parah.
Cekungan ini berlanjut ke arah utara sepanjang Jalan Sedap Malam hingga depan Puskesmas Pembantu Kesiman di Jalan Sedap Malam nomor 47. Di dekat puskesmas, terlihat pipa baja PDAM berwarna biru muncul ke permukaan, menjadi bukti proyek pipa yang belum selesai. Karta memperkirakan panjang cekungan lebih dari 1 kilometer, mengikuti jalur proyek pipa PDAM dari Jalan Sedap Malam hingga Jalan Tukad Nyali.
Ancaman Keselamatan Pengendara
Kerusakan jalan seperti ini jelas mengancam keselamatan pengendara. Jalan berlubang yang dalam dan permukaan yang licin dapat menyebabkan kecelakaan serius, terutama bagi pengendara motor. Kartu menekankan pentingnya kewaspadaan pengendara ketika melintasi ruas jalan yang belum diperbaiki.
Selain itu, Karta mengimbau warga untuk aktif melaporkan kondisi jalan yang rusak ke pemerintah daerah. Dengan begitu, proyek perbaikan dapat segera dijadwalkan dan korban serupa dapat dihindari di masa depan. “Warga jangan menunggu sampai terjadi kecelakaan lagi. Laporkan segera ke kepala desa,” ujarnya.
Langkah Pemerintah dan Harapan Warga
Hingga saat ini, belum ada perbaikan signifikan dari pihak PUPR Provinsi Bali. Warga berharap pemerintah segera menuntaskan proyek pipa PDAM dan memperbaiki kondisi jalan agar aman untuk dilalui. Penanganan cepat sangat dibutuhkan, mengingat Jalan Sedap Malam merupakan salah satu akses penting di Sanur dan banyak dilewati kendaraan setiap harinya.
Selain itu, masyarakat diharapkan tetap waspada, terutama bagi pengendara motor. Jalan rusak yang cukup panjang dan dalam seperti ini memerlukan perhatian ekstra. Kombinasi kewaspadaan pengendara dan langkah pemerintah yang responsif diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan di masa mendatang.
Simak berita update lainnya tentang Bali dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari balipost.com