Kebakaran rumah di Sidakarya, Denpasar menewaskan lansia, dugaan dupa menjadi penyebab awal tragedi yang menggemparkan warga.
Warga Sidakarya, Denpasar, digemparkan oleh kebakaran rumah yang menewaskan seorang lansia. Dugaan sementara, dupa yang terbakar menjadi penyebab awal insiden tragis ini. Api dengan cepat melahap bagian rumah, sementara tetangga berusaha menyelamatkan penghuni.
Bagaimana kronologi lengkap tragedi ini dan langkah aparat serta warga untuk menangani kebakaran tersebut? Simak penjelasan detailnya di Info Kejadian Bali agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bahaya di rumah sendiri.
Tragedi Kebakaran Di Sidakarya Denpasar
Selasa (7/4/2026), suasana tenang di kawasan Jalan Kerta Dalem, Sidakarya, Denpasar Selatan tiba‑tiba berubah menjadi tragedi saat sebuah rumah terbakar hebat. Api mengamuk siang hari sekitar pukul 12.25 WITA dan membuat salah satu penghuni tewas di dalam rumahnya. Insiden ini menjadi sorotan karena diduga awal api berasal dari dupa yang menyala di dalam rumah korban.
Kobaran api begitu cepat membesar hingga warga sekitar tidak mampu menjinakkannya dengan peralatan seadanya. Mereka berusaha membantu, tetapi intensitas api sudah terlalu tinggi. Api menyelimuti hampir seluruh bangunan rumah berukuran kecil tersebut, memaksa warga melihat dari kejauhan.
Peristiwa ini bukan kali pertama kebakaran rumah terjadi di wilayah Bali; sebelumnya ada sejumlah insiden lain yang menyebabkan kerugian materiil maupun korban jiwa. Namun, kejadian kali ini menjadi memilukan karena menelan satu nyawa lansia.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Korban Dan Usaha Penyelamatan
Korban tewas adalah seorang perempuan lanjut usia berinisial NWP, diperkirakan berusia lanjut, yang terjebak di dalam rumah saat api sudah melalap bangunan. Warga menemukan jenazahnya di area dapur, dengan tubuh sebagian hangus akibat panas api yang sangat hebat.
Menurut saksi di sekitar lokasi, warga sempat berupaya memadamkan api dengan air seadanya sebelum mobil pemadam kebakaran tiba. Namun, api sudah terlalu besar, sehingga upaya manual ini tidak berhasil menghambat intensitas kobaran api.
Seorang tetangga yang melihat kejadian, Ramada Yanti, mengaku baru tiba di lokasi setelah melihat asap tebal membumbung. Ia berteriak meminta pertolongan kepada warga lain untuk segera membantu korban yang terjebak.
Baca Juga: Pasar Bali Jadi Sorotan, Polda Sidak Dan Ingatkan Pedagang Soal Harga!
Penyebab Api Dan Dugaan Awal
Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga, mengatakan bahwa api diduga berasal dari dupa yang menyala di dalam rumah. Dupa ini biasa digunakan sebagai bagian dari ritual adat atau keagamaan dan mungkin tertinggal menyala saat korban atau penghuni lain tidak berada di rumah.
Saksi juga menyebutkan bahwa sebelum kejadian, anak korban sempat membakar dupa di kamar suci rumah lalu pergi meninggalkan rumah. Api dari dupa kemudian diduga menyambar benda di sekitarnya dan memicu titik api awal yang kemudian meluas menjadi kebakaran besar.
Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya. Dugaan awal api muncul dari dupa belum dikonfirmasi secara final karena masih dalam tahap olah TKP.
Upaya Pemadaman Dan Evakuasi
Begitu laporan kebakaran diterima, Dinas Pemadam dan Penyelamatan Kota Denpasar langsung mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Petugas tiba dan langsung berupaya memadamkan kobaran api yang sudah cukup besar.
Berkat kerja keras petugas bersama warga sekitar, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 WITA. Mobil ambulans dari BPBD juga hadir untuk mengevakuasi jenazah korban dari dalam rumah yang hangus.
Sebagian besar rumah dan isi didalamnya hangus terbakar, termasuk satu unit sepeda motor serta sejumlah barang berharga. Kerugian materiil masih dalam penghitungan, karena korban dan keluarga masih shock atas kejadian tersebut.
Reaksi Keluarga Dan Warga Sekitar
Menantu korban, Ni Wayan Nanik Sudiani, baru mengetahui tragedi ketika tetangga mengabarkan rumahnya terbakar. Ia segera pulang dan menyaksikan kobaran api yang sudah menjulang tinggi saat keluarga lain masih berada di luar.
Warga sekitar mengaku terpukul melihat insiden ini, terutama karena korban adalah sosok lansia yang tinggal sendiri di rumah tersebut. Reaksi solidaritas tampak ketika warga membantu petugas damkar memadamkan api.
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk lebih berhati‑hati dalam penggunaan api, seperti dupa, lilin, atau bahan mudah terbakar lainnya, agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari radarbuleleng.jawapos.com