Pemerintah Singaraja memulai revitalisasi Titik Nol, menghadirkan ruang publik modern dan fungsional untuk kenyamanan masyarakat.
Kota Singaraja, pusat sejarah dan budaya Bali Utara, bersiap menyambut wajah baru melalui penataan kawasan Titik Nol. Proyek ini akan mempercantik kota sekaligus menciptakan ruang publik fungsional dan estetis. Pembongkaran gedung lama telah dimulai, menandai langkah awal menuju Singaraja modern yang tetap mempertahankan identitas lokal.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Bali.
Dimulainya Penataan Kawasan Strategis
Proses penataan kawasan Titik Nol Kota Singaraja kini resmi bergulir. Sejumlah gedung yang berada di area tersebut telah mulai dibongkar oleh pelaksana proyek, menandakan dimulainya pekerjaan fisik. Pembongkaran ini merupakan tahap awal yang krusial sebelum konstruksi baru dapat dimulai secara menyeluruh.
Rencananya, acara peletakan batu pertama atau groundbreaking penataan kawasan Titik Nol ini akan dilangsungkan pada tanggal 20 Februari 2026. Momentum ini akan menjadi penanda resmi dimulainya proyek besar yang diharapkan membawa dampak positif bagi Singaraja. Kehadiran acara ini akan menarik perhatian publik dan pejabat setempat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, menjelaskan bahwa pekerjaan penataan Titik Nol Singaraja dikerjakan oleh kontraktor lokal. Proyek ini akan dilaksanakan secara bersamaan dengan pembangunan Gedung Laksmi Graha yang baru. Tahap awal fokus pada persiapan lahan agar rata dan siap dibangun.
Pembongkaran Gedung Dan Penggantian Fungsi Lahan
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas alat berat yang sibuk melakukan pembongkaran. Gedung Wanita Laksmi Graha dan Gedung Satpol PP menjadi sasaran utama dalam tahap awal ini. Kedua bangunan tersebut akan diganti dengan struktur baru atau dialihfungsikan sesuai masterplan penataan.
Selain pembongkaran bangunan, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng juga terlihat melakukan penebangan pohon di kawasan Rumah Jabatan Bupati. Area Rumah Jabatan ini nantinya akan memiliki fungsi baru yang lebih terbuka. Penebangan pohon ini merupakan bagian dari persiapan lahan untuk perubahan fungsi tersebut.
Area bekas Rumah Jabatan Bupati rencananya akan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau. Konsep ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk menyediakan lebih banyak area resapan dan tempat rekreasi bagi warga kota. Perubahan fungsi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan interaksi sosial masyarakat.
Baca Juga: Diprediksi Hujan Ringan di Bali! Simak Tips Agar Tetap Nyaman Beraktivitas
Anggaran Dan Pemenang Tender Proyek
Proyek penataan infrastruktur kawasan Tugu Singa Ambara Raja atau Titik Nol Kota Singaraja ini mendapatkan alokasi anggaran yang signifikan. Pagu anggaran yang disiapkan untuk proyek ini adalah sebesar Rp24,9 miliar, menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap revitalisasi kawasan penting ini. Angka ini mencerminkan skala dan ambisi proyek.
Proyek penataan ini berhasil dimenangkan oleh PT Taman Bunga Indah, sebuah kontraktor dengan rekam jejak yang terpercaya. Nilai kontrak yang disepakati untuk pelaksanaan penataan kawasan ini mencapai Rp24,43 miliar, selisih sedikit dari pagu anggaran. Pemilihan kontraktor ini diharapkan dapat menjamin kualitas pekerjaan.
Sementara itu, pembangunan Gedung Laksmi Graha yang baru dikerjakan oleh pemenang tender berbeda. CV Cadudasa Pratama memenangkan kontrak pembangunan Gedung Laksmi Graha dengan nilai Rp13,92 miliar, dari pagu anggaran sebesar Rp15 miliar. Dua proyek ini, meski terpisah, akan berjalan secara sinergis untuk mewujudkan masterplan kawasan.
Rencana Pembangunan Dan Durasi Proyek
Gedung Laksmi Graha yang baru, beserta galeri pendukungnya, akan dibangun di sisi barat kawasan. Penempatan ini telah dipertimbangkan secara matang untuk menciptakan tata letak yang harmonis. Sisi lainnya dari kawasan akan ditata sebagai area palemahan dan ruang terbuka hijau, termasuk bekas Gedung Satpol PP.
Penataan juga akan menyasar tembok pagar Gedung DPRD Buleleng. Nantinya, tembok pagar ini akan menggunakan paras asli Desa Sangsit. Pemilihan material ini bertujuan untuk memperkuat nuansa arsitektur khas Buleleng. Desain ini diharapkan dapat memancarkan identitas lokal yang kuat dan otentik.
Kontrak penataan kawasan Titik Nol berlangsung lima bulan atau 150 hari kalender, dimulai 9 Februari 2026 dan dijadwalkan selesai 9 Juli 2026. Total nilai kontrak melebihi Rp24 miliar, termasuk pembangunan Gedung Laksmi Graha dan penataan eks Gedung Satpol PP sebesar Rp13,92 miliar, menjadikan proyek ini investasi besar bagi masa depan Singaraja.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari balipost.com
- Gambar Kedua dari koranbuleleng.com