PDU Tahura I Denpasar menghadapi berbagai kendala operasional, menghambat revolusi pengelolaan sampah yang telah direncanakan.
Denpasar, jantung Pulau Dewata, terus berinovasi dalam mengelola sampahnya. Pusat Daur Ulang (PDU) Tahura I menjadi salah satu garda terdepan dalam upaya ini, yang telah beroperasi sejak Desember lalu. Meskipun menunjukkan potensi besar dengan kapasitas olah sampah yang signifikan, PDU ini menghadapi sejumlah tantangan yang menghambat operasionalnya.
Berikut ini Info Kejadian Bali akan mengupas tuntas kinerja, kendala, serta potensi pengembangan PDU Tahura I Denpasar.
Kinerja Dan Kapasitas Olah Sampah PDU Tahura I
PDU Tahura I Denpasar telah menunjukkan kapasitas yang cukup menjanjikan dalam mengelola sampah. Sejak mulai beroperasi pada bulan Desember lalu, fasilitas ini mampu mengolah antara 35 hingga 45 ton sampah setiap harinya. Angka ini mencerminkan kontribusi signifikan dalam upaya penanganan limbah di kota Denpasar.
Menurut pengawas PDU Tahura I, Made Widya Adnyana Astawa, saat ini hanya PDU I yang beroperasi, sementara PDU II masih menunggu pemasangan mesin. Sampah yang diolah berasal dari berbagai depo di Denpasar Barat, seperti depo Jalan Pulau Kawe, Monang Maning, dan Jalan Gunung Karang. Ini menunjukkan jangkauan operasional PDU yang cukup luas.
Meskipun memiliki kapasitas maksimal hingga 45 ton per hari, rata-rata sampah yang berhasil diolah PDU Tahura I saat ini adalah 35 ton. Ini mengindikasikan adanya ruang untuk peningkatan, dan dengan optimalisasi operasional, PDU Tahura I diharapkan dapat mencapai potensi penuhnya dalam penanganan sampah di Denpasar.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Kendala Operasional Yang Dihadapi PDU Tahura I
Salah satu kendala utama yang menghambat operasional maksimal PDU Tahura I adalah minimnya tenaga kerja. Jumlah pekerja yang tersedia saat ini belum optimal, padahal idealnya satu shift memerlukan minimal 60 orang. Pekerjaan memilah sampah juga memerlukan ketekunan, dengan target minimal 500 kg sampah per orang setiap harinya.
Selain itu, masalah pemilahan sampah dari sumber masih menjadi tantangan serius. Sampah yang masuk ke PDU Tahura I belum sepenuhnya terpilah, sehingga proses pemilahan awal harus dilakukan lagi di PDU. Hal ini tidak hanya memperlambat proses, tetapi juga mengurangi efisiensi operasional secara keseluruhan.
Musim hujan juga menjadi faktor penghambat yang signifikan. Sampah yang basah akibat hujan dapat menyebabkan mesin macet, mengganggu kelancaran proses daur ulang. Kendala ini menunjukkan perlunya adaptasi dan solusi inovatif untuk menjaga efisiensi PDU sepanjang tahun, terlepas dari kondisi cuaca.
Baca Juga: Terungkap! DNA Ibu Cocok Dengan Jejak Darah di Vila, WN Ukraina Diculik Bali
Pemanfaatan Hasil Olahan Sampah Dan Fasilitas
Sampah yang masuk ke PDU Tahura I diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Hasil olahan utama meliputi kompos, pelet, dan RDF (Refuse Derived Fuel). Diversifikasi produk ini menunjukkan upaya untuk memaksimalkan pemanfaatan sampah dan mengurangi volume limbah yang berakhir di TPA.
Kompos yang dihasilkan dari proses daur ulang dibagikan secara gratis kepada masyarakat, mendorong partisipasi aktif dalam pengelolaan lingkungan. Sementara itu, RDF dan pelet memiliki nilai ekonomis dan dijual di kawasan Jalan Pulau Moyo, Denpasar. Ini menciptakan model ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Fasilitas PDU Tahura I dilengkapi dengan tiga mesin gibrig dan dua mesin EBT yang beroperasi. Meskipun ada mesin pelet, operasionalnya masih terkendala kekurangan tenaga dan pasokan listrik yang belum memadai. Total tiga mesin baru dengan kapasitas 300 ton juga masih menunggu daya listrik 1 megawatt untuk pemasangan di PDU Tahura I dan II.
Prospek Pengembangan Dan Dukungan Pemerintah
PDU Tahura I beroperasi dari pukul 05.00 hingga 23.00 WITA dengan tiga shift pekerja. Meskipun ada tantangan tenaga kerja, komitmen untuk menjaga operasional tetap tinggi. Peningkatan jumlah pekerja dan optimalisasi shift dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah secara keseluruhan.
Penambahan mesin baru dengan kapasitas besar, total 300 ton untuk PDU Tahura I dan II, menunjukkan visi jangka panjang untuk meningkatkan kemampuan daur ulang. Dua mesin di Tahura I masing-masing berkapasitas 100 ton, dan satu mesin di Tahura II juga berkapasitas 100 ton. Hal ini akan secara signifikan meningkatkan kapasitas total PDU.
Dukungan dari pemerintah terlihat dari kunjungan Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, yang meninjau PDU dan mendengarkan presentasi terkait mesin baru. Ini menandakan perhatian pemerintah terhadap pengelolaan sampah di Denpasar dan harapan akan solusi yang lebih efektif di masa depan.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari balipost.com