Peristiwa hilangnya seorang nelayan di Pantai Karang Sanur mengejutkan warga pesisir dan memicu pencarian intensif oleh tim SAR setempat.

Nelayan bernama Wayan Dana dilaporkan hilang setelah jukungnya ditemukan tanpa awak terombang-ambing di perairan Sanur, dengan pencarian terus berlanjut hati-hati.
Berikut ini Info Kejadian Bali akan memberikan informasi mengenai peristiwa hilangnya seorang nelayan di Pantai Karang Sanur yang kini tengah dalam proses pencarian intensif.
Kronologi Hilangnya Nelayan Wayan Dana
Pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 Wita, Wayan Dana dilaporkan masih terlihat sedang beraktivitas melaut di kawasan Karang Sanur. Aktivitas tersebut merupakan rutinitasnya sebagai nelayan yang sudah puluhan tahun mengandalkan laut sebagai sumber mata pencaharian. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan saat ia berangkat maupun saat beberapa nelayan lain melihatnya di perairan yang sama.
Namun, situasi berubah drastis ketika pada pukul 14.30 Wita seorang awak kapal cepat rute Sanur–Nusa melihat perahu jukung milik Dana terombang-ambing tanpa awak. Kejadian ini memicu kekhawatiran besar, karena kondisi jukung yang tidak berpenghuni biasanya mengindikasikan kecelakaan, terutama jika pemiliknya tidak terlihat di sekitar lokasi.
Kapal cepat tersebut segera menghampiri jukung dan memastikan tidak ada orang di atasnya. Setelah itu, temuan tersebut dilaporkan kepada tim Balawista Sanur untuk ditindaklanjuti.
Penemuan Jukung Tanpa Awak dan Pelaporan ke SAR
Setelah laporan masuk, awak kapal cepat mengambil langkah cepat dengan menarik jukung milik Dana ke daratan. Perahu tersebut dibawa menuju Pantai Mertasari Sanur dan tiba sekitar pukul 16.00 Wita. Namun sayangnya, di sekitar area laut tempat jukung ditemukan tidak ada tanda-tanda keberadaan pemiliknya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, membenarkan laporan hilangnya nelayan tersebut. Ia menyampaikan bahwa dugaan sementara menunjukkan Dana kemungkinan terjatuh dari perahunya saat melaut. Meski belum dapat dipastikan penyebabnya, kondisi cuaca, gelombang, atau aktivitas di atas perahu bisa saja menjadi faktor penyebab insiden tersebut.
Sidakarya menegaskan bahwa laporan langsung ditindaklanjuti begitu tim menerima informasi dari pihak Balawista. Mengingat posisi dan kondisi perahu, kuat dugaan bahwa insiden terjadi saat Dana sedang melakukan aktivitas di atas jukungnya.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Waspada Gelombang Rob di Bali
Upaya Pencarian oleh Tim SAR dan Stakeholder Terkait

Begitu laporan resmi diterima, Kantor SAR Denpasar segera mengerahkan empat personel ke lokasi kejadian. Tim langsung melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai Karang Sanur hingga Mertasari. Fokus utama pencarian dilakukan pada area yang diperkirakan menjadi lintasan jukung sebelum ditemukan oleh kapal cepat.
Pada malam hari, proses pencarian dilakukan secara manual tanpa bantuan peralatan SAR canggih, karena kondisi cuaca dan minimnya penerangan tidak memungkinkan penggunaan perahu besar maupun drone. Sidakarya menyebutkan bahwa pencarian malam hari memiliki keterbatasan jarak pandang sehingga metode penyisiran darat dianggap paling efektif.
Tim dibagi ke dalam dua SRU (Search and Rescue Unit) yang masing-masing bergerak ke arah barat dan timur sepanjang pantai. Meski sudah dilakukan secara menyeluruh, hingga malam hari belum ditemukan tanda-tanda keberadaan Dana.
Kolaborasi Berbagai Unsur SAR dan Masyarakat Setempat
Upaya pencarian tidak hanya dilakukan oleh SAR Denpasar. Berbagai unsur SAR turut terlibat memberikan dukungan tenaga maupun peralatan untuk memperluas cakupan pencarian. Beberapa pihak yang bergabung antara lain:
- Arjuna Rescue
- Potensi Namru
- Potensi YBER
- Potensi IEA
- Potensi DRS
- Polair Polresta Denpasar
- Keluarga korban
- Masyarakat pesisir Sanur
Kolaborasi lintas unsur ini menunjukkan tingginya solidaritas masyarakat pesisir Bali dalam menghadapi situasi darurat di laut. Keterlibatan keluarga dan masyarakat lokal juga membantu tim SAR mengidentifikasi area-area yang kerap dilalui Dana saat melaut, serta memberikan informasi tambahan terkait kebiasaan korban di laut.
Simak berita update lainnya tentang Bali dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari jawapos.com