Memperkuat ketahanan pangan menjadi fokus utama bagi daerah yang ingin mencapai kemandirian dan keberlanjutan.

Melalui strategi inovatif, program pembangunan lokal, serta pemberdayaan petani dan sumber daya alam, pemerintah daerah berupaya memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas untuk seluruh masyarakat.
Simak beragam informasi menarik dan berita terviral lainnya hanya di Info Kejadian Bali.
Upaya Pemerintah Memulihkan Lahan Produktif
Anggota DPR Nusron Wahid meminta pemerintah daerah Bali mencetak sawah baru sebagai upaya mengganti lahan pertanian yang telah beralih fungsi. Menurutnya, semakin banyak lahan di Bali yang kini berubah menjadi kawasan pariwisata dan perumahan, sehingga mengancam produksi pangan di wilayah tersebut.
Nusron menegaskan bahwa Bali sebagai daerah wisata tidak boleh mengabaikan ketahanan pangan. Jika tidak ada kebijakan pengendalian alih fungsi lahan, maka dalam hitungan tahun, wilayah subur di Pulau Dewata bisa habis. Hal itu bukan hanya berdampak pada petani, tetapi juga berpotensi membuat harga beras di Bali terus naik.
Ia mengingatkan bahwa kemandirian pangan merupakan bagian penting dari stabilitas ekonomi dan sosial. Pemerintah daerah, kata Nusron, harus memiliki data akurat terkait lahan produktif yang hilang agar bisa segera menentukan lokasi pengganti yang strategis untuk dicetak menjadi sawah baru.
Permasalahan Perubahan Fungsi Lahan di Bali
Selama satu dekade terakhir, alih fungsi lahan di Bali meningkat pesat akibat pembangunan infrastruktur pariwisata. Banyak sawah yang berubah menjadi vila, hotel, maupun perumahan komersial. Fenomena ini lebih sering terjadi di kabupaten seperti Badung, Gianyar, dan Tabanan yang dulunya dikenal sebagai lumbung padi.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani dan pemerhati lingkungan. Tak sedikit petani yang akhirnya menjual sawah karena harga tanah meningkat drastis, sementara keuntungan dari bertani terus menurun. Perubahan pola hidup juga membuat generasi muda enggan melanjutkan profesi sebagai petani.
Pemerintah pusat dan daerah telah menggulirkan sejumlah regulasi untuk menekan laju konversi lahan, namun pengawasan di lapangan masih lemah. Nusron menilai, tanpa penegakan hukum dan insentif yang jelas bagi petani, kebijakan tersebut sulit berjalan efektif.
Baca Juga: Dokter Forensik Tegaskan Kematian Turis China di Bali Bukan Keracunan
Strategi Memperkuat Ketahanan Pangan di Daerah

Selain mendorong pencetakan sawah baru, Nusron juga meminta Balai Besar Wilayah Sungai dan Kementerian Pertanian mendukung perbaikan infrastruktur irigasi di Bali. Infrastruktur air menjadi kunci dalam menjaga produktivitas pertanian, terutama pada musim kering yang cenderung panjang akibat perubahan iklim.
Ia menambahkan, pencetakan sawah baru harus disertai perencanaan matang agar tidak sekadar proyek simbolis. Pemerintah daerah perlu melibatkan petani lokal, tokoh adat, serta organisasi pertanian agar program tersebut sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dengan pendekatan partisipatif, hasilnya diharapkan lebih berkelanjutan.
Nusron juga mengusulkan agar Bali memanfaatkan teknologi pertanian modern, seperti sistem tanam padi hidroponik dan pertanian presisi. Langkah ini bisa memperkuat cadangan pangan tanpa harus mengorbankan terlalu banyak lahan baru, sekaligus meningkatkan daya tarik pertanian bagi generasi muda.
Seruan untuk Sinergi Pusat dan Daerah
Dalam pandangan Nusron, keberhasilan menjaga lahan produktif di Bali tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Sinergi antara pemerintah pusat, DPR, dan masyarakat sangat diperlukan agar kebijakan pertanian nasional mampu menjangkau daerah wisata yang rentan kehilangan lahan tanam.
Ia juga menyoroti pentingnya insentif fiskal bagi daerah yang mampu mempertahankan atau menambah luasan lahan pertanian. Kebijakan tersebut bisa mendorong pemerintah daerah untuk aktif mencetak sawah baru dan menahan laju pembangunan non-pertanian di area subur.
Nusron berharap semua pihak menyadari bahwa menjaga ketersediaan lahan pangan bukan sekadar urusan pertanian, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan masa depan Bali tetap seimbang antara pariwisata dan ketahanan pangan.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.detik.com
- Gambar Kedua dari www.detik.com