Empat penerbangan internasional dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali terganggu akibat serangan AS dan Israel ke Iran.
Penutupan ruang udara di Timur Tengah memaksa maskapai menunda atau membatalkan jadwal, membuat penumpang panik dan bingung. Dampak konflik ini tidak hanya dirasakan lokal, tetapi juga mengganggu rute internasional dari Eropa, Asia, dan Amerika. Temukan berita terkini dan informasi menarik seputar Bali di Info Kejadian Bali.
Konflik Timur Tengah Sebabkan Gangguan Penerbangan Bali
Empat penerbangan internasional dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mengalami gangguan setelah serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kejadian ini memicu penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah, sehingga berdampak signifikan pada rute penerbangan.
Menurut pernyataan dari Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, hingga pukul 21.00 WITA ada empat rute internasional yang terdampak oleh penutupan ruang udara dan perubahan jadwal. Beberapa penerbangan mengalami penyesuaian waktu keberangkatan, sementara yang lain dibatalkan sepenuhnya.
Gangguan ini merupakan bagian dari dampak lebih luas akibat konflik yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan itu. Di mana banyak otoritas penerbangan internasional telah menerapkan penutupan atau pembatasan ruang udara sebagai langkah keselamatan.
Rincian Penerbangan Yang Terdampak
Dari empat penerbangan yang mengalami gangguan, satu di antaranya adalah Etihad Airways EY477 yang menuju Abu Dhabi (AUH), yang mengalami penundaan (postponed) akibat perubahan jadwal penerbangan. Penundaan ini terjadi karena maskapai harus menunggu konfirmasi ruang udara yang aman dan menyusun ulang rute terbang.
Sementara itu, tiga penerbangan lainnya justru dibatalkan (canceled). Maskapai Emirates membatalkan dua rute, yaitu EK369 dan EK399 menuju Dubai (DXB), sementara Qatar Airways QR963 yang seharusnya terbang ke Doha (DOH) juga dibatalkan. Pembatalan ini dilakukan sesuai arahan otoritas bandara dan demi keselamatan penumpang.
Penumpang yang terdampak diarahkan untuk melakukan konfirmasi ulang dengan maskapai masing‑masing guna memperoleh informasi terbaru seputar jadwal, opsi rebooking, atau kompensasi sesuai kebijakan maskapai. Bandara juga menyediakan layanan help desk dan contact center untuk membantu calon penumpang yang sudah berada di area terminal.
Baca Juga: Mengerikan! Truk Hantam 4 Kendaraan Di Jembrana, Tronton Ringsek Total
Dampak Konflik AS-Israel di Iran Terhadap Penerbangan
Serangan militer AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 telah memicu penutupan ruang udara di banyak negara Timur Tengah. Akibatnya, sejumlah negara seperti Iran, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), dan sebagian Suriah menutup atau membatasi wilayah udara mereka demi keselamatan penerbangan sipil.
Penutupan ini tidak hanya berdampak lokal terhadap penerbangan dari Bali, tetapi juga mengganggu rute internasional dari Eropa, Asia, dan Amerika yang biasanya menggunakan jalur udara Timur Tengah sebagai jalur transit cepat. Maskapai besar dunia bahkan memilih untuk membatalkan atau merutekan ulang penerbangan mereka, menghindari zona konflik.
Situasi ini menjadikan udara Timur Tengah salah satu wilayah paling sensitif secara geopolitik dan berdampak langsung pada logistik penerbangan global. Dengan beberapa maskapai harus memilih rute melingkar yang jauh lebih panjang atau grounding pesawat sampai situasi membaik.
Respons dan Imbauan dari Otoritas Bandara Bali
Pihak manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai tetap memastikan bahwa operasional bandara secara umum tetap berjalan normal. Meskipun beberapa penerbangan internasional mengalami penundaan dan pembatalan. Koordinasi intens terus dilakukan dengan maskapai terkait dan AirNav Indonesia untuk memantau perkembangan ruang udara.
Pengelola bandara menghimbau kepada para calon penumpang agar secara aktif mengecek jadwal dengan maskapai mereka masing‑masing sebelum menuju bandara. Mengingat perubahan dapat terjadi cepat seiring perkembangan situasi di Timur Tengah. Layanan informasi dan bantuan siap membantu bagi penumpang yang sudah tiba di bandara.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari bali.antaranews.com
- Gambar Kedua dari bali.antaranews.com