Suasana Denpasar mendadak berubah tegang saat ribuan warga turun, sementara aparat bersiaga penuh menjaga jalannya tradisi sakral tersebut.
Malam Pengerupukan Tahun Saka 1948 di Denpasar berlangsung meriah dengan pawai ogoh-ogoh yang memadati jalanan. Polda Bali mengerahkan 965 personel tambahan untuk mendukung pengamanan, memastikan acara aman dan lancar. Pengamanan ini bagian dari Operasi Ketupat untuk mengantisipasi irisan Nyepi dan Idul Fitri.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Bali.
Penguatan Personel Masif
Polda Bali siapkan 965 personel untuk backup Polresta Denpasar pada Rabu malam secara maksimal. Kekuatan ini perkuat pengamanan enam titik kritis di tengah keramaian pawai ogoh-ogoh yang luar biasa. Tujuannya, cegah gangguan dan pastikan aktivitas masyarakat tertib tanpa hambatan.
Apel kesiapan digelar di Mapolda Bali sebelum aksi dimulai dengan penuh semangat. Personel disebar dari sore hingga pagi, antisipasi puncak keriuhan malam Pengerupukan yang intens. Strategi ini respons tingginya partisipasi warga menyambut Nyepi secara luas.
Kapolri Ops Polda Bali, Kombes Pol Soelistijono, tekankan pengamanan karakteristik khusus dengan tekad kuat. Operasi Ketupat beririsan dua hari besar keagamaan, butuh kesiagaan ekstra dari semua lini. Semua elemen Polri dimobilisasi penuh komitmen tanpa terkecuali.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Titik Pengamanan Strategis
Enam titik utama jadi fokus pengamanan: Simpang Catur Muka, Simpang Tohpati, dan Simpang Cokroaminoto-Maruti yang krusial. Tambahan simpang Teuku Umar, Kamboja-WR Supratman, serta Pasar Sanglah dijaga ketat secara intensif. Ini cegah kemacetan dan insiden di rute pawai ogoh-ogoh.
Personel bertugas monitor lalu lintas dan kerumunan secara real time dengan presisi tinggi. Pengamanan ini dukung kelancaran parade ogoh-ogoh dari berbagai banjar adat. Koordinasi antarpos memastikan tak ada celah keamanan sama sekali.
Kapolda tekankan pelaporan berjenjang untuk respons cepat dan efektif. Setiap situasi dilaporkan ke atasan demi pengambilan keputusan tepat waktu. Titik-titik ini jadi benteng utama kestabilan malam festival budaya Bali.
Baca Juga: Turis Asing Tercengang! Keindahan Ogoh-Ogoh di Catur Muka Bali Terungkap
Pendekatan Humanis Polri
Personel diinstruksikan terapkan pendekatan humanis persuasif dengan penuh kesabaran. Jaga sikap dan tutur kata agar bangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri secara mendalam. Tujuan utama berikan rasa aman dan nyaman bagi semua peserta acara.
Jika ada masalah, prioritaskan dialog dan mediasi dengan bijaksana. Strategi ini hindari eskalasi dan jaga harmoni sosial di tengah kemeriahan. Polri hadir sebagai pelindung, bukan penindas di tengah kemeriahan budaya Bali.
Instruksi ini bagian budaya organisasi Polri Bali yang kokoh. Tanggung jawab penuh ditegaskan pada setiap prajurit dengan disiplin. Pendekatan humanis jadi kunci sukses pengamanan berkelanjutan setiap tahunnya.
Sinergi Dan Ajakan Bersama
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, soroti sinergi aparat, pemerintah, dan masyarakat secara menyeluruh. Pengamanan tak hanya fisik, tapi jaga keharmonisan di masyarakat majemuk Bali yang beragam. Semua pihak libatkan demi sukses acara tanpa cela.
Polda ajak warga jaga ketertiban dan saling hormati dengan kesadaran tinggi. Partisipasi aktif cegah konflik antarperayaan keagamaan di pulau dewata. Ini bangun Bali damai dan toleran untuk masa depan.
Keberhasilan pengamanan bergantung gotong royong yang solid. Masyarakat diminta patuhi aturan lalu lintas dan hindari provokasi berbahaya. Bersama, malam Pengerupukan jadi pesta aman untuk semua warga Bali.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari progresif.co
- Gambar Kedua dari bali.antaranews.com