Banjir yang melanda Sesetan menyisakan dampak besar dan mengungkap fakta pahit yang selama ini luput perhatian publik.
Musim penghujan sering membawa tantangan bagi beberapa wilayah, termasuk Denpasar. Pada Selasa (24/2), banjir melanda Jalan Gurita, Sesetan, mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan kerugian material. Peristiwa ini menyoroti kerentanan infrastruktur kota terhadap curah hujan tinggi sekaligus kegigihan warga menghadapi bencana.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Bali.
Dampak Sosial Dan Ekonomi bagi Masyarakat
Banjir ini tentu memberikan dampak signifikan bagi warga terdampak, baik secara sosial maupun ekonomi. Kerugian material akibat rusaknya barang-barang rumah tangga dan kendaraan bermotor menjadi beban finansial yang tidak sedikit bagi korban. Proses pemulihan pasca-banjir juga memerlukan biaya dan tenaga ekstra.
Secara sosial, peristiwa banjir dapat menimbulkan trauma dan kecemasan bagi warga, terutama anak-anak. Gangguan aktivitas sehari-hari, seperti sekolah dan pekerjaan, juga tak terhindarkan. Solidaritas antarwarga terlihat ketika banyak yang mulai mengungsi mandiri sejak pukul 03.00 WITA, menunjukkan inisiatif dan kesadaran kolektif dalam menghadapi bencana.
Meskipun demikian, semangat gotong royong dan bantuan dari pihak BPBD sedikit meringankan beban para korban. Peristiwa ini juga menjadi pengingat penting bagi pemerintah kota untuk mengevaluasi sistem drainase dan penanganan sungai agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, demi kesejahteraan masyarakat Denpasar.
Baca Juga: Truk Tertimpa Pohon, Arus Lalu Lintas Bali Timur Tersendat
Respons Cepat BPBD Dan Evakuasi Warga
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar segera merespons laporan banjir. Koordinator TSC BPBD Kota Denpasar, I Gusti Ketut Kartika Udayana, menjelaskan bahwa timnya segera diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir. Prioritas utama adalah keselamatan penduduk, terutama kelompok rentan.
Evakuasi tidak hanya dilakukan di Jalan Gurita, melainkan juga di dua lokasi lain yang terdampak parah, yaitu Jalan Bumi Ayu dan Jalan Pugutan Sanur. Hal ini menunjukkan skala banjir yang cukup luas di beberapa titik vital Denpasar. Koordinasi antarunit dalam BPBD sangat krusial untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan cepat.
Di Jalan Gurita, tim BPBD mengevakuasi seorang bayi dan ibunya ke rumah kerabat yang lebih aman. Dua warga lain juga dievakuasi. Banyak warga tetap bertahan di rumah, mungkin karena enggan meninggalkan harta atau merasa situasi terkendali. Kedalaman air bervariasi, titik terdalam mencapai sepinggang orang dewasa di area tengah.
Respons Cepat BPBD Dan Evakuasi Warga
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar segera merespons laporan banjir. Koordinator TSC BPBD Kota Denpasar, I Gusti Ketut Kartika Udayana, menjelaskan bahwa timnya segera diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir. Prioritas utama adalah keselamatan penduduk, terutama kelompok rentan.
Evakuasi tidak hanya dilakukan di Jalan Gurita, melainkan juga di dua lokasi lain yang terdampak parah, yaitu Jalan Bumi Ayu dan Jalan Pugutan Sanur. Hal ini menunjukkan skala banjir yang cukup luas di beberapa titik vital Denpasar. Koordinasi antarunit dalam BPBD sangat krusial untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan cepat.
Di Jalan Gurita, tim BPBD mengevakuasi seorang bayi dan ibunya ke rumah kerabat yang lebih aman. Dua warga lain juga dievakuasi. Banyak warga tetap bertahan di rumah, mungkin karena enggan meninggalkan harta atau merasa situasi terkendali. Kedalaman air bervariasi, titik terdalam mencapai sepinggang orang dewasa di area tengah.
Mitigasi Dan Antisipasi Bencana di Masa Depan
Kejadian banjir di Jalan Gurita, Sesetan, menjadi alarm penting bagi pemerintah kota untuk meningkatkan upaya mitigasi bencana. Perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas sungai dan saluran air di wilayah tersebut, serta perbaikan atau pembangunan infrastruktur drainase yang lebih memadai untuk mengantisipasi curah hujan tinggi di masa depan.
Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah antisipasi banjir juga sangat penting. Warga perlu dibekali pengetahuan tentang cara evakuasi mandiri, penyelamatan barang berharga, dan nomor darurat yang bisa dihubungi. Kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci dalam mengurangi dampak kerugian akibat bencana alam.
Kerja sama antara pemerintah, komunitas, dan individu menjadi fondasi kuat dalam membangun kota yang tangguh terhadap bencana. Dengan perencanaan yang matang, implementasi yang efektif, dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan Denpasar dapat lebih siap menghadapi tantangan musim penghujan di masa yang akan datang.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari balipost.com
- Gambar Kedua dari bali.tribunnews.com