Kondisi jalan yang gelap dan minim penerangan kembali memicu kecelakaan, kali ini seorang pemotor terjatuh ke jurang cukup dalam.
Nasib beruntung dialami seorang pengendara motor yang terjun ke bawah Jembatan Pangkung Berembeng, Tabanan, Bali. Insiden terjadi setelah kehilangan kendali di tikungan saat gelap dan minim penerangan. Korban tidak mengalami luka serius, namun kejadian ini menjadi alarm soal kondisi jalan dan penerangan di jalur rawan kecelakaan.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Bali.
Kronologi Kecelakaan di Jalur Selemadeg
Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Antap Kaja–Bajera, tepatnya di bawah Jembatan Pangkung Berembeng, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan. Jalur ini menurun dengan tikungan tajam, sehingga sangat bergantung pada visibilitas, terutama saat malam. Peristiwa terjadi Senin (23/3/2026).
Pengendara Honda Vario DK 2815 FDD, Ahmad Sandi Wardana (27), warga Bondowoso, diduga tidak mampu mengendalikan motor saat memasuki tikungan. Motor melewati batas jalan dan pagar pembatas, lalu terjun ke bawah jembatan. Kedalaman jurang sekitar 6 meter.
Meski jatuh dari ketinggian, korban hanya mengalami cedera ringan dan segera dibantu tim evakuasi menuju klinik terdekat untuk pemeriksaan. Kerusakan pada kendaraan cukup signifikan, dengan kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Tanggapan Dan Langkah Penanganan
Kasus ini langsung ditangani Polres Tabanan, dengan Kasi Humas mengonfirmasi kronologi kejadian dan menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Tim gabungan, termasuk personel Polres, Polsek terkait, serta instansi evakuasi, segera melakukan proses penyelamatan motor dan korban dari dasar jembatan.
Pemerintah daerah dan dinas terkait diminta kembali memeriksa kondisi jalan di sekitar jembatan dan jalur rawan serupa. Prioritas utama adalah penambahan lampu jalan, rambu peringatan, dan pengecekan fisik jalan, agar pengguna rasa lebih aman, terutama saat melintas di malam hari.
Insiden ini menjadi pelajaran bagi masyarakat dan pemerintah daerah: infrastruktur jalan harus diperbaiki, budaya berkendara aman harus ditanamkan, dan kepekaan terhadap jalur rawan harus ditingkatkan. Dengan begitu, kecelakaan seperti terjun ke jurang di Tabanan bisa diminimalkan di masa depan.
Baca Juga: Geger di Bali! Bule Swiss Hina Hari Nyepi, Akhirnya Resmi Jadi Tersangka
Peran Minim Penerangan Dalam Kecelakaan
Salah satu faktor yang diduga memicu kecelakaan ini adalah minimnya penerangan di sekitar jembatan dan tikungan. Pada malam hari, pengendara sulit melihat batas jalan dan rambu-rambu. Kondisi jalan berbukit dan berkelok membuat risiko kecelakaan lebih besar, terutama setelah gelap usai Lebaran.
Kasus di Tabanan menjadi contoh klasik bahwa jalur tikungan, turunan, dan jembatan membutuhkan lampu jalan, rambu peringatan, dan marka jalan yang jelas. Jika tidak, pengendara mudah salah mengukur jarak atau kehilangan orientasi, terutama saat melintas di malam hari dengan kecepatan tinggi.
Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat untuk mengurangi kecepatan di jalur‑jalur serupa, memastikan lampu motor dalam kondisi baik, dan selalu menjaga fokus mengemudi. Jalan raya memang dirancang untuk memudahkan perjalanan, tetapi keselamatan tetap menjadi prioritas utama pengguna jalan.
Upaya Pencegahan Kecelakaan di Jalur Rawan
Pemerintah daerah diimbau untuk memetakan seluruh titik rawan kecelakaan di Kabupaten Tabanan, terutama jalur tikungan, turunan, dan jembatan seperti Pangkung Berembeng. Dengan pemetaan resmi, penempatan lampu jalan, rambu peringatan, dan marka jalan bisa dilakukan secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Pihak kepolisian juga dapat memperkuat patroli malam di jalur‑jalur tersebut, terutama saat arus kendaraan meningkat pasca hari raya. Kehadiran petugas memberi rasa aman dan sekaligus mengingatkan pengendara untuk menjaga kecepatan, terutama di jalur gelap.
Sosialisasi keselamatan berkendara malam hari, pentingnya kecepatan aman, dan kesiapan teknis kendaraan perlu terus digalakkan. Kecelakaan di Tabanan pada Senin (23/3/2026) menjadi pengingat bahwa keselamatan jalan raya adalah hasil kolaborasi antara pemerintah, penegak hukum, dan kesadaran pengguna jalan.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari bandungbergerak.id