Posted in

Bali Memanas! Massa Serbu Kantor DPRD, Mobil Polisi Ludes Terbakar!

​​Pada Sabtu, 30 Agustus 2025, massa serbu kantor DPRD Bali yang melakukan aksi perusakan dan pembakaran kendaraan taktis milik polisi​.

Bali Memanas! Massa Serbu Kantor DPRD, Mobil Polisi Ludes Terbakar!

Insiden ini mengakibatkan seorang personel Polresta Denpasar harus dilarikan ke rumah sakit setelah mobil samapta yang dikendarainya diserang dan dibakar. Kericuhan ini diduga melibatkan kelompok yang berbeda dari unjuk rasa sebelumnya di Polda Bali. Dengan sifat aksi yang anarkis dan tanpa pemberitahuan resmi.

​Pihak kepolisian telah mengamankan 22 orang dan mengimbau masyarakat untuk menjaga kondusivitas demi citra pariwisata Bali. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Bali.

Kronologi Kericuhan di Kantor DPRD Bali

​Kericuhan dimulai ketika massa pedemo, yang sebelumnya melakukan aksi di Polda Bali. Bergeser menuju Kantor DPRD Bali pada Sabtu sore dan tiba sekitar pukul 17.50 WITA. ​Pada awalnya, hanya ada lima pecalang dan sejumlah tentara yang berjaga di depan gedung DPRD Bali.

​Namun, ratusan massa yang berkumpul seketika berlari ke arah mobil samapta polisi yang baru tiba di lokasi. Melempari dengan berbagai benda, dan kemudian membakar kendaraan dinas tersebut. ​Mobil samapta tersebut seharusnya digunakan untuk mengangkut alat-alat pengamanan seperti tameng. Tetapi diserang dan dibakar sebelum sempat diturunkan. ​

Pengemudi mobil mengalami luka-luka akibat lemparan benda keras. ​Selain membakar mobil, massa juga merusak dan menjarah mobil polisi di depan Mapolresta Denpasar. Yang berdekatan dengan Gedung DPRD Bali mereka juga membakar perlengkapan khusus polisi seperti tameng, rompi, dan ban mobil di tengah jalan raya.

Identifikasi dan Dugaan Terkait Massa Aksi

​Peserta aksi kali ini terdiri dari mahasiswa hingga pengendara ojek online (ojol), yang merupakan kelanjutan dari aksi demo di Polda Bali. ​Namun, pihak kepolisian menduga bahwa massa aksi yang menyerang Kantor DPRD Bali dan membakar mobil samapta. Bukanlah kelompok pengemudi ojek online atau aliansi yang sebelumnya berunjuk rasa di Mapolda Bali. ​

Dugaan ini muncul karena sifat aksi yang anarkis dan tanpa pemberitahuan resmi. ​Kompol I Nyoman Wiranata, Kabag Ops Polresta Denpasar. Menegaskan bahwa kelompok yang menyerang DPRD Bali ini berbeda dan lebih anarkis. Karena mereka datang tanpa melapor dan menunjukkan aksi yang tidak terkoordinasi. ​

Sebelumnya, Aliansi Bali Tidak Diam dan pengemudi ojek online memang telah menggelar unjuk rasa di Mapolda Bali sejak pukul 10.00 Wita. Dengan membawa 33 tuntutan termasuk pembubaran DPR RI dan reformasi total Polri.

Baca Juga: Roman Nazarenko Ditahan Seumur Hidup atas Kasus Pabrik Narkoba di Bali

Dampak dan Upaya Pengamanan

Dampak dan Upaya Pengamanan

​Akibat insiden tersebut, satu anggota polisi dilarikan ke rumah sakit setelah mobilnya dibakar. Seorang personel Polresta Denpasar mengalami luka-luka. ​Untuk mengamankan lokasi. Polresta Denpasar bersama gabungan Polda Bali telah menyiagakan sebanyak 120 personel. ​Polisi juga telah mengamankan 22 orang dalam aksi demo berujung kericuhan ini.

Himbauan dan Kekhawatiran Terhadap Pariwisata Bali

​Menyikapi situasi yang tidak kondusif, Kompol Wiranata berharap situasi dapat segera aman. Dan massa dapat membubarkan diri secara tertib ia mengimbau agar massa aksi segera kembali ke rumah masing-masing. Terutama mengingat Bali adalah destinasi pariwisata utama. ​

Aksi anarkis semacam ini dikhawatirkan dapat merusak citra Bali dan berdampak negatif. Terhadap sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat. ​Pihak kepolisian menekankan pentingnya menjaga kondusivitas dan keamanan. Serta berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang ingin menciptakan suasana ricuh.

Kesimpulan

​Aksi massa di Kantor DPRD Bali pada 30 Agustus 2025, yang berujung pada perusakan dan pembakaran mobil polisi serta melukai personel kepolisian. Menunjukkan tingkat anarkisme yang tinggi. ​Meskipun terdapat dugaan bahwa kelompok penyerang berbeda dengan pengunjuk rasa awal di Mapolda Bali.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius akan keamanan dan ketertiban di wilayah Denpasar. ​Otoritas kepolisian telah mengambil langkah-langkah pengamanan dan mengimbau masyarakat. Untuk menjaga kondusivitas demi kepentingan bersama, terutama untuk melindungi citra pariwisata Bali.

Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap tentang Massa Serbu Kantor DPRD hanya di INFO KEJADIAN BALI.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari www.detik.com
  2. Gambar Kedua dari www.kompas.tv