Hujan deras disertai angin kencang melanda Bali sejak Minggu hingga Selasa, menyebabkan banjir parah di Kuta dan Legian.
Air setinggi dada orang dewasa membuat jalan utama lumpuh total dan warga serta wisatawan terjebak. Seorang turis asal Amerika Serikat, Hector Benavides, mengaku heran dan terkejut melihat banjir ekstrem ini.
Temukan berita terkini dan informasi menarik seputar Bali di Info Kejadian Bali.
Bali Terendam Banjir Hebat
Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Bali sejak Minggu (22/2) hingga Selasa (24/2), menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, terutama di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Intensitas hujan yang tinggi membuat beberapa jalan utama terendam air setinggi dada orang dewasa, mengganggu aktivitas masyarakat dan wisatawan.
Jalan Dewi Sri Legian di Kecamatan Kuta menjadi titik terparah. Banjir mulai meninggi sejak pukul 04.00 WITA dan hingga pukul 14.30 WITA, debit air masih belum menunjukkan tanda surut. Kendaraan tidak bisa melintas, dan akses transportasi lumpuh total.
Seorang wisatawan asing asal Amerika Serikat, Hector Benavides (50), mengaku terkejut melihat banjir yang melanda Bali. “Bali adalah kota yang indah, tidak pernah terpikirkan bisa banjir seperti ini. Hujan ekstrem tiga hari terakhir memang luar biasa. Saya yakin pemerintah akan cepat menanganinya,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Evakuasi Darurat oleh Tim SAR
Tim SAR gabungan segera merespons permintaan evakuasi warga dan wisatawan yang terjebak banjir. Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar mengerahkan 11 personel dengan satu unit perahu karet untuk mengevakuasi korban di Jalan Dewi Sri Legian.
Selain itu, Brimob Polda Bali dan Balawista turut membantu dengan menurunkan tiga unit perahu karet dan tiga unit kano. Operasi ini difokuskan pada evakuasi warga terdampak, termasuk wisatawan yang tidak familiar dengan kondisi daerah banjir.
Tim SAR langsung berkoordinasi dengan warga setempat untuk memastikan semua orang yang membutuhkan bantuan dapat dievakuasi dengan aman. Mereka juga menyiapkan peralatan darurat untuk menangani korban yang mengalami cedera atau kesulitan bergerak di tengah banjir.
Baca Juga: HEBOH! Di Balik Banjir Sesetan, Ada Fakta Pahit Yang Terkuak
Dampak dan Kerugian Banjir
Banjir tidak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga menimbulkan korban cedera. Salah satu warga mengalami luka di kaki akibat terkena gerinda, sehingga membutuhkan evakuasi cepat ke tempat aman. Tim SAR segera mengevakuasi korban tersebut sambil memberikan pertolongan pertama.
Selain Jalan Dewi Sri, wilayah Campuhan dan Legian juga terdampak banjir. Personel Ditsamapta Polda Bali bergabung menjelang sore untuk memperluas upaya evakuasi, setelah menolong warga terdampak di daerah Sanur. Semua pihak bekerja sama agar korban dapat segera diselamatkan.
Kerusakan material juga tercatat, terutama pada kendaraan yang terendam air dan beberapa rumah warga yang berada di wilayah rendah. Tim SAR berupaya mendokumentasikan kerusakan serta melaporkan kondisi terkini kepada pemerintah daerah untuk penanganan lebih lanjut.
Koordinasi Penanganan dan Pencegahan
Upaya penanganan banjir melibatkan koordinasi lintas instansi. Tim SAR, Brimob, Balawista, dan Ditsamapta Polda Bali bekerja bersama untuk memastikan evakuasi berjalan lancar dan aman. Perahu karet dan kano menjadi alat utama untuk mengakses daerah terdampak banjir.
Pihak berwenang juga menghimbau warga untuk tetap waspada, menghindari daerah rawan banjir, dan mengikuti arahan tim SAR. Pemerintah daerah berencana meninjau sistem drainase dan peringatan dini agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa depan.
Seiring surutnya air, tim SAR tetap melakukan pemantauan dan bantuan bagi warga yang membutuhkan. Langkah cepat dan koordinasi lintas lembaga diharapkan dapat mencegah korban tambahan serta memulihkan kondisi normal di wilayah terdampak.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari bali.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari bali.tribunnews.com