PT ASDP Lembar telah kerahkan 13 kapal feri untuk mengatasi lonjakan turis asing yang beralih rute ke Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Sejak Selasa (29/7/2025), ratusan turis asing menumpuk di Pelabuhan Lembar, mengantre berjam-jam untuk menaiki kapal feri menuju Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali. Penutupan layanan fast boat ini disebabkan oleh cuaca buruk, berdasarkan surat resmi dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Pemenang. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Bali.
Lonjakan Turis Asing dan Respons Cepat ASDP Lembar
Sejak Rabu (6/8/2025), kedatangan warga negara asing (WNA) di Pelabuhan Lembar terpantau meningkat. Mendorong PT ASDP Lembar untuk menjadwalkan 13 kapal guna melayani penyeberangan. General Manager PT ASDP Lembar, Agus Djoko, menyatakan bahwa pihaknya terus mengoordinasikan situasi dengan BPTD dan KSOP untuk kemungkinan penambahan kapal jika diperlukan.
Hingga Kamis (7/8/2025) pukul 19.30 Wita, enam kapal telah diberangkatkan untuk mengangkut penumpang. Kapal-kapal tersebut meliputi KMP Parama Kalyani yang membawa 250 WNA, KMP PBK Muryati dengan 120 WNA, KMP Shita Giri Nusa mengangkut 230 WNA, KMP Salindo Mutiara dengan 250 WNA, KMP Rhama Giri Nusa membawa 250 WNA, dan KMP Surya 777 dengan 60 WNA.
Agus Djoko menegaskan bahwa pihaknya terus memantau situasi untuk memastikan lonjakan penumpang dapat terurai dan operasional tetap aman. Ribuan WNA menumpuk di Pelabuhan Lembar sebagai dampak penutupan sementara kapal cepat menuju Bali. Yang mengakibatkan antrean panjang saat cuaca buruk. Pelabuhan PT ASDP Lembar, Lombok Barat, dalam dua hari terakhir memang mengalami lonjakan penumpang wisatawan asing yang akan menyeberang.
Penutupan layanan fast boat dari Lombok ke Bali akibat cuaca buruk menyebabkan antrean panjang wisatawan asing di Pelabuhan Lembar. Meskipun terjadi lonjakan jumlah penumpang WNA yang hendak menyeberang ke Bali. Pihak ASDP belum menambah jumlah kapal feri dan masih menggunakan skema normal.
Antisipasi dan Koordinasi Untuk Kapasitas Maksimal
Agus Djoko menyampaikan bahwa ASDP Lembar tetap menyiagakan 13 kapal feri dan akan terus berkoordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) terkait potensi penambahan kapal.
Koordinasi ini penting untuk memastikan ketersediaan armada yang memadai seiring dengan dinamika lonjakan penumpang. Meskipun lonjakan turis asing sudah terlihat sejak 6 Agustus 2025, Agus memastikan bahwa kondisi masih terkendali.
Baca Juga: Kasus Pencurian TV di Hotel Kuta, Warga AS Dituntut 7 Bulan Penjara
Fasilitas Pendukung Untuk Kenyamanan Penumpang

Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang dan mengurangi penumpukan WNA di ruang tunggu, ASDP Lembar telah membangun tenda sementara. Pembangunan tenda ini bertujuan menyediakan tempat berteduh bagi para pengguna jasa kapal feri yang tidak tertampung di ruang tunggu utama. Inisiatif ini menunjukkan perhatian ASDP terhadap kenyamanan dan pengalaman wisatawan selama menunggu penyeberangan.
Update Pemberangkatan Kapal
Hingga Kamis (7/8/2025) pukul 19.30 Wita, enam kapal telah diberangkatkan dari Pelabuhan Lembar. Enam kapal yang telah beroperasi antara lain KMP Parama Kalyani (250 WNA), KMP PBK Muryati (120 WNA), KMP Shita Giri Nusa (230 WNA), KMP Salindo Mutiara (250 WNA), KMP Rhama Giri Nusa (250 WNA), dan KMP Surya 777 (60 WNA). Keberangkatan kapal-kapal ini secara bertahap membantu mengurai antrean dan memastikan kelancaran arus penumpang.
Langkah-Langkah Strategis Dalam Mengurai Antrean
Agus Djoko menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap situasi di lapangan. Pemantauan ini krusial untuk mengidentifikasi kebutuhan penambahan kapal jika volume penumpang terus meningkat.
Meskipun demikian, Agus memastikan bahwa kondisi saat ini masih aman dan terkendali. Upaya ini menunjukkan komitmen ASDP Lembar untuk menjaga efisiensi operasional dan memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan asing yang terdampak penutupan sementara layanan kapal cepat.
Kesimpulan
ASDP Lembar telah menunjukkan kesiapan yang proaktif dalam menghadapi lonjakan turis asing ke Bali dengan menyiagakan 13 kapal feri. Meskipun terjadi penumpukan penumpang akibat cuaca buruk yang menghentikan layanan kapal cepat. ASDP telah mengambil langkah-langkah responsif, termasuk koordinasi dengan pihak terkait dan penyediaan fasilitas pendukung seperti tenda sementara.
Upaya pemantauan terus-menerus dan pemberangkatan enam kapal feri hingga saat ini menunjukkan komitmen ASDP dalam mengurai antrean dan memastikan kelancaran penyeberangan bagi wisatawan asing. Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap tentang ASDP Lembar Kerahkan 13 Kapal Feri hanya di INFO KEJADIAN BALI.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.antaranews.com
- Gambar Kedua dari www.detik.com