Longsor menutup jalur treking menuju Wae Rebo sehingga pengelola menghentikan sementara kunjungan wisatawan, ini dilakukan demi keselamatan.

Kawasan wisata Wae Rebo mengalami penutupan sementara setelah longsor menutup jalur treking utama menuju kampung adat tersebut. Pengelola wisata bersama warga setempat mengambil keputusan itu demi menjaga keselamatan wisatawan yang hendak berkunjung ke lokasi wisata terkenal di Flores tersebut.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Bali.
Longsor Tutup Jalur Pendakian
Longsor terjadi di beberapa titik jalur treking menuju Wae Rebo. Material tanah bercampur batu dan pohon tumbang membuat akses utama tidak dapat dilalui secara aman oleh wisatawan maupun warga sekitar.
Warga setempat langsung melakukan pemeriksaan setelah menerima laporan dari pemandu wisata yang melihat kondisi jalur memburuk akibat hujan deras. Mereka menemukan beberapa bagian jalan mengalami kerusakan cukup parah dengan permukaan tanah yang labil dan licin.
Kondisi tersebut membuat pengelola wisata segera menghentikan sementara seluruh aktivitas kunjungan. Keputusan itu diambil untuk menghindari risiko kecelakaan karena jalur menuju kampung adat terkenal cukup menantang bahkan dalam kondisi cuaca normal.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Wisatawan Diminta Tunda Perjalanan
Pengelola wisata meminta wisatawan menunda perjalanan menuju Wae Rebo sampai kondisi jalur kembali aman. Informasi penutupan juga mulai disebarkan melalui media sosial dan jaringan agen perjalanan wisata.
Sejumlah wisatawan yang sudah berada di sekitar lokasi mengaku kecewa karena tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju kampung adat tersebut. Namun mereka memahami keputusan penutupan karena faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama.
Selain itu, para pemandu wisata lokal juga mengimbau pengunjung agar tidak memaksakan diri melewati jalur alternatif. Medan pegunungan yang curam dan cuaca tidak menentu dapat meningkatkan risiko longsor susulan di beberapa titik lain.
Baca Juga: Bikin Heboh! Koster Wacanakan Event Olahraga Internasional Tiap Bulan di Bali
Warga dan Petugas Mulai Bersihkan Jalur

Setelah longsor terjadi, warga bersama petugas terkait langsung bergerak membersihkan material yang menutupi jalur pendakian. Mereka menggunakan alat sederhana untuk memindahkan batu, lumpur, dan batang pohon yang menghalangi akses menuju kawasan wisata.
Proses pembersihan berjalan cukup sulit karena kondisi tanah masih labil dan hujan ringan masih turun di beberapa wilayah pegunungan. Petugas juga terus memantau kemungkinan longsor susulan yang dapat membahayakan proses evakuasi material.
Selain membersihkan jalur, warga setempat ikut memeriksa kondisi lingkungan di sekitar lereng yang rawan longsor. Langkah tersebut dilakukan agar wisatawan nantinya dapat kembali mengunjungi kawasan Wae Rebo dengan aman dan nyaman.
Wae Rebo Tetap Jadi Destinasi Favorit
Meski mengalami penutupan sementara, Wae Rebo tetap menjadi salah satu destinasi wisata budaya paling terkenal di Indonesia. Kampung adat yang berada di kawasan pegunungan Flores ini terkenal karena rumah adat berbentuk kerucut dan suasana alam yang masih sangat asri.
Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara datang untuk menikmati pengalaman budaya khas masyarakat Manggarai. Perjalanan treking menuju lokasi juga menjadi daya tarik tersendiri karena menawarkan panorama hutan dan pegunungan yang indah.
Selain keindahan alam, wisatawan biasanya tertarik mempelajari kehidupan masyarakat adat yang masih menjaga tradisi turun-temurun. Karena itu, penutupan sementara ini cukup memengaruhi aktivitas wisata di kawasan sekitar.
Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Pengelola wisata menegaskan bahwa keselamatan pengunjung tetap menjadi prioritas utama sebelum membuka kembali jalur menuju Wae Rebo. Mereka akan terus memantau kondisi cuaca dan stabilitas jalur pendakian dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah daerah bersama warga juga berencana melakukan evaluasi terhadap jalur treking yang rawan longsor. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko bencana saat musim hujan datang.
Penutupan sementara ini akhirnya menjadi pengingat bahwa wisata alam pegunungan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan keselamatan lingkungan. Banyak pihak berharap jalur menuju Wae Rebo segera pulih sehingga aktivitas wisata dapat kembali berjalan normal.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi seru tentang Bali kami hadirkan setiap hari nya spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bali.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari detikcom
- Gambar kedua dari detikTravel