Upacara Pemahayu Jagat di Pantai Seseh menjadi momen refleksi bersama masyarakat untuk menguatkan solidaritas dan menenangkan alam.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama jajaran DPRD mengajak warga berdoa, berharap bencana tidak terulang lagi. Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran Info Kejadian Bali.
Mengembalikan Keseimbangan Alam Pasca Bencana
Bencana banjir yang terjadi baru-baru ini di Kabupaten Badung menjadi pemicu utama diselenggarakannya Upacara Pemahayu Jagat. Dalam ritual ini, Pemerintah Kabupaten Badung tidak hanya melaksanakan Pemahayu Jagat, tetapi juga Mapekelem dan Nangluk Merana.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menjelaskan bahwa prosesi ini memiliki tujuan mulia, yaitu untuk menjaga keseimbangan alam secara niskala dan memohon keselamatan agar Kabupaten Badung serta Pulau Bali terhindar dari bencana di masa depan.
Ritual ini juga diartikan sebagai wujud komitmen menjaga harmoni antara manusia dan alam semesta, yang diharapkan membawa manfaat nyata bagi kelestarian alam dan kehidupan masyarakat Badung.
Kehadiran Pejabat Tinggi Badung Dalam Sembahyang Bersama
Kehadiran Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, dan Ketua DPRD Badung. Dalam Upacara Pemahayu Jagat menunjukkan keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam memimpin upaya pemulihan spiritual dan sosial.
Partisipasi mereka dalam sembahyang bersama di Pantai Seseh tidak hanya sebagai representasi institusi, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang merasakan dampak bencana.
Bupati Adi Arnawa menyatakan harapannya agar apa yang telah dilakukan berjalan lancar. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi semua pihak. Hal ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan alam yang lestari dan sejahtera. Ia juga mengajak semua pihak untuk merefleksikan kejadian bencana banjir pada Rabu (10/9) lalu. Momentum ini dapat dijadikan sebagai kesempatan untuk memperbaiki cara pengelolaan lingkungan.
Baca Juga: Kontroversi Pagar GWK Warga Kehilangan Akses Jalan Utama
Makna dan Tujuan Mendalam Dari Upacara

Upacara Pemahayu Jagat, Mapekelem, dan Nangluk Merana adalah serangkaian ritual yang memiliki makna mendalam dalam tradisi Bali, yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan menjaga keseimbangan alam.
Pemahayu Jagat secara khusus fokus pada pemulihan keharmonisan dunia. Sementara itu, Mapekelem adalah persembahan ke laut yang dilakukan untuk menghormati penguasa lautan dan memohon kemakmuran.
Nangluk Merana, di sisi lain, bertujuan untuk menolak bala atau bencana yang disebabkan oleh kekuatan negatif. Keseluruhan upacara ini mencerminkan filosofi Tri Hita Karana. Menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan lingkungannya.
Pantai Seseh Sebagai Lokasi Sentral Kegiatan Spiritual
Pemilihan Pantai Seseh sebagai lokasi pelaksanaan upacara memiliki signifikansi tersendiri. Pantai, dalam kepercayaan Bali, sering dianggap sebagai gerbang antara dunia nyata dan spiritual. Tempat yang ideal untuk melakukan ritual penyucian dan persembahan.
Melalui lokasi ini, doa dan permohonan dapat disampaikan secara langsung kepada alam dan entitas spiritual yang diyakini bersemayam di dalamnya. Selain itu, pelaksanaan upacara di ruang terbuka seperti pantai juga menggarisbawahi urgensi untuk secara langsung berinteraksi dan menghormati alam yang telah memberikan kehidupan.
Bupati Adi Arnawa secara tegas mengingatkan bahwa pengelolaan alam yang salah akan membawa dampak kembali kepada manusia itu sendiri. Menekankan pentingnya tindakan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya.
Harapan Untuk Pemulihan dan Kesejahteraan Berkelanjutan
Dengan berakhirnya upacara ini, harapan besar disematkan untuk pemulihan kondisi jagat di Bali dan Badung agar menjadi lebih seimbang, harmonis, dan lestari. Rangkaian kejadian bencana diharapkan dapat menyadarkan seluruh pihak untuk lebih menjaga alam dan merenungkan berbagai peristiwa yang telah terjadi.
Upacara ini bukan hanya ritual keagamaan, melainkan juga simbol dari komitmen kolektif untuk belajar dari pengalaman, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan bekerja sama demi masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Badung dan Bali.
Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan menjadi poin krusial, mengingat salah satu penyebab banjir adalah luapan air akibat sampah.
Simak berita update lainnya tentang Bali dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Bali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari tribunnews.com
- Gambar Kedua dari badungkab.go.id